Dark/Light Mode
BREAKINGNEWS
- Perbaikan Selesai, Kondisi Jalan Lenteng Agung Sudah Normal dan Bisa Dilewati
- Persib Mulai Susun Persiapan Hadapi Musim 2026/2027
- OTT Pejabat Imigrasi Jakbar, KPK Sita Mobil, Valas, Hingga Emas
- Erling Haaland Bisa Bawa Norwegia Bersaing di Piala Dunia 2026
- Davide Ancelotti Latih Lille, Calvin Verdonk Hadapi Tantangan Baru
Sebelumnya
10 Media Online Teraktif
Indonesia Indicator (I2) mencatat, ada 10 media online yang paling aktif memberitakan isu Covid-19 sepanjang 2020. Republika.co.id menduduki peringkat pertama dengan jumlah berita mencapai 100.748 berita. Posisi kedua ditempati Tribunnews.com 82.183 berita. Kompas.com berada pada posisi ketiga dengan 80.967 berita. Posisi keempat ditempati Kumparan.com dengan 72.308 berita dan posisi kelima ditempati Detik.com dengan 69.815 berita.
Antaranews.com di posisi keenam dengan 66.014 berita. Posisi keenam hingga 10 masing-masing ditempati oleh Sindonews.com dengan 59.116 berita, Suara.com dengan 56.907 berita, Tempo.co sebanyak 52.618 berita dan Bisnis Indonesia 1.514 berita. "Dari ke-10 media online teraktif itu dapat disimpulkan bahwa isu pemberlakuan PSBB, dampak pandemi Covid-19 terhadap perekonomian Indonesia serta keterjangkauan tes Covid-19 menjadi isu yang berulang dibahas," papar Rustika.
Baca juga : 942.548 Pasien Covid-19 Di Iran Sembuh
Menurutnya, narasi yang diangkat masing-masing media tidak jauh berbeda. Selain itu, isu pengadaan vaksin juga tidak pernah luput dari perhatian media, terlebih rekor kenaikan kasus baru hingga akhir tahun. Narasi yang berkembang berupa penentuan vendor vaksin yang jatuh ke tangan Sinovac, proses pengujian hingga pernyataan tegas Presiden Jokowi yang menjamin pembiayaan pendistribusian vaksin ditanggung negara.
"Isu yang kerap dikaitkan dengan Covid-19 sebagian besar merupakan agenda yang dirancang pemerintah dan isu yang disampaikan oleh pemerintah. Selain pengadaan vaksin, penyemprotan disinfektan, program pembelajaran jarak jauh, bantuan presiden, relaksasi pinjaman serta penyelenggaraan Pilkada Serentak 2020," ujar Rustika. Republika.co.id dan Detik.com, menurutnya, memberi sorotan tajam pada dampak Covid-19 terhadap perekonomian masyarakat Indonesia.
Media Sosial
Baca juga : Rektor Positif Covid-19, ITS Lockdown Dan Larang Dosen Ke Luar Kota
Media sosial merupakan salah satu sarana penyaluran ekspresi masyarakat. Berbagai isu dan peristiwa yang berkembang takjarang dengan cepat direspons melalui media sosial seperti twitter. Seperti disoroti oleh organisasi Kesehatan dunia, WHO, masalah terkait pandemic adalah masalah yang menyentuh masalah komunikasi. Problem terbesar yang dihadapi oleh dunia salah satunya adalah infodemik, yang dikatakan WHO sebagai “spreads faster and more easily than this virus.”
Antusiasme masyarakat Indonesia terhadap berbagai persoalan Covid juga terlihat dalam penelitian I2. Hingga Desember, tercatat sebanyak 37 juta percakapan terkait Covid-19 di Twitter dari sebanyak 4.124.863 akun, dengan emosi terbesar anticipation. Keingintahuan masyarakat, harapan, kecemasan, telah medorong berbagai pembahasan di Twitter, yang salah satunya didorong oleh informasi yang dibawa oleh media.
Dalam penelitian ini juga terlihat bahwa media online Indonesia menjadi salah satu penggerak isu di Twitter. Indonesia Indicator mencatat akun CNN Indonesia dan Detik.com menjadi rujukan tertinggi netizen terkait isu Covid-19 di linimasa. Selain itu, di posisi ke-tiga hingga ke-lima, terpantau akun media Kumparan, Asumsi.co, dan Tirto.id. Kelima akun Twitter dari media online ini mendapatkan angka engagement tertinggi sepanjang tahun 2020 terkait isu Covid-19.
Baca juga : Asal Penuhi Syarat, Vaksin Covid-19 Bisa Dari Rusia, China atau Amerika
Menurut Rustika, hal ini menunjukkan kebutuhan dan ketergantungan publik atas informasi yang akurat juga informatif dalam situasi pandemi ini. “Sehingga ini dapat dikatakan sebagai prestasi dan juga tumpuan harapan kepada dunia pers di Indonesia untuk dapat memberikan akses informasi yang kredibel kepada masyarakat, terlebih di masa pandemi yang penuh ketidakpastian ini,” pungkasnya.
Riset ini juga menunjukkan bahwa akun Presiden Jokowi menjadi rujukan utama dan influencer tertinggi dalam bahasan Covid-19 di Twitter. Selain itu, akun lainnya yang menjadi rujukan adalah Fiersa Besari, Ernest Prakasa, dan Dokter Gia Pratama. [USU]
Update berita dan artikel RM.ID menarik lainnya di Google News
Dapatkan juga update berita pilihan dan breaking news setiap hari dari RM.id. Mari bergabung di Grup Telegram "Rakyat Merdeka News Update", caranya klik link https://t.me/officialrakyatmerdeka kemudian join. Anda harus install aplikasi Telegram terlebih dulu di ponsel.
Tags :
Berita Lainnya