Dark/Light Mode

Pak Terawan, Sertijab Dulu Jangan Ngilang

Selasa, 29 Desember 2020 08:00 WIB
Terawan Agus Putranto. (Foto: ANTARA)
Terawan Agus Putranto. (Foto: ANTARA)

RM.id  Rakyat Merdeka - Sudah hampir sepekan, Budi Gunadi Sadikin (BGS) dilantik jadi Menteri Kesehatan (Menkes) menggantikan Terawan Agus Putranto. Tapi, sampai kemarin, Terawan belum juga melakukan serah terima jabatan alias Sertijab ke BGS. Pak Terawan, ayo sertijab dulu, jangan menghilang seperti ditelan bumi ya!

Dari enam menteri yang dilantik Presiden Jokowi, Rabu (23/12) lalu, tinggal BGS yang belum melakukan sertijab.

Ke mana Terawan? Staf Ahli Menkes, Alexander Kaliaga Ginting mengatakan, Terawan sedang libur Natal. Namun, Kaliaga memastikan, sertijab akan segera dilakukan.

“Dua hari yang lalu, Terawan masih di Solo karena ada peninjauan, dan acara ini sudah terjadwal sebelumnya,” kata Kaliaga, saat dihubungi Rakyat Merdeka, kemarin.

Terawan juga melakukan kunjungan ke Semarang dan Yogyakarta. Di sana, dia meninjau, sejumlah fasilitas kesehatan di beberapa daerah, sehingga belum sempat melaksanakan sertijab. “Keburu libur Natal tanggal 24 Desember,” jelasnya.

Berita Terkait : Terawan Di Mana Ya?

Kapan sertijabnya? Kaliaga mengungkapkan, sertijab bakal dilaksanakan sebelum Tahun Baru. Kemungkinan hari ini atau besok, mengingat Terawan sudah balik Jakarta. “Tergantung waktu yang pas antara menteri lama dan baru. Bisa Selasa, bisa Rabu,” tukasnya.

Hal senada dikatakan Direktur Direktorat Pencegahan dan Pengendalian Penyakit Menular Langsung (P2PML) Kemenkes, Siti Nadia Tarmizi. Dia mengatakan, sertijab bisa hari ini atau besok. “Sabar saja,” katanya.

Lantas apa dampaknya jika belum sertijab? Menurut Epidemiolog Universitas Airlangga, Windhu Purnomo, sertijab perlu segera dilaksanakan. Hal ini mengingat urgensi penanganan pandemi Covid-19 di Indonesia.

Apalagi, Kemenkes merupakan leading sector penanganan pandemi. Sehingga prosesi sertijab, meski hanya seremonial, tetap perlu dilakukan untuk memperkokoh jabatan BGS sebagai Menkes.

“Ini aneh (belum sertijab), ini menghambat. Seharusnya sertijab cepat dilakukan di tengah pandemi ini,” tegas Windhu, kepada Rakyat Merdeka, kemarin.

Berita Terkait : Jokowi Tugaskan BGS Tangani Covid-19 Secepat-cepatnya

Menurut dia, jika sertijab segera dilaksanakan, maka pembagian kerja dan penentuan target Menkes baru dapat segera terealisasi. Sertijab juga bisa dijadikan pijakan pertama BGS dalam memulai kinerjanya di mata publik.

Epidemiolog Universitas Griffith Australia, Dicky Budiman juga menegaskan, sertijab merupakan prosesi yang sangat krusial. Bukan hanya di lingkup pejabat, tapi juga di lingkup lebih kecil. Misalnya, serah terima yang dilakukan dokter jaga.

“Tujuannya untuk menjelaskan pasien mana yang gawat dan mana yang harus ditindak lebih cepat,” ujar Dicky kepada Rakyat Merdeka, kemarin.

Sertijab bukan hanya prosesi seremonial belaka. Terdapat maksud yang sangat penting agar pejabat baru mengetahui tugas yang harus digeber. “Sertijab sangat penting untuk dijadikan tanda adanya kesinambungan kerja,” tukasnya.

Dicky tidak ingin pejabat baru tidak memahami situasi. Karena reshuffle itu estafet. Sedangkan situasi pandemi sudah sangat serius. “Jangan ada pengulangan kesalahan. Estafet itu berlari, bukan berjalan,” tegasnya.

Berita Terkait : Akhirnya Menkes Diganti, Netizen: Kenapa Nggak Dari Dulu Pak Jokowi

Bagaimana tanggapan DPR? Anggota Komisi IX DPR, Saleh Daulay mengatakan, secara hukum BGS sudah dapat bekerja meski belum ada sertijab. “Sertijab itu prosesi seremonial. Menurut saya, enggak wajib, yang penting SK (Surat Keputusan) sebagai menteri, keputusan presidennya itu yang paling penting,” kata Saleh, kemarin.

Warganet ikut mengomentari leletnya sertijab menteri di Kemenkes. “Sertijab aja lelet. Ampun dah, nggak kasihan ke rakyat!!!” ucap Senapati_Malam. “Biar cepat lah. Nggak kelamaan,” saut @MARHAENINDONES1. “Pak Terawan diam-diam ngilang gitu aja. Nggak ada sepatah dua patah gitu?” ujar @sunfloweritsme1. “Anak buah ke Terawan: Jangan coba-coba ngilang,” ledek @kuini_nui.

Lalu bagaimana dengan BGS? Sepertinya, eks Dirut Bank Mandiri itu tidak ambil pusing. Dia bersama wakilnya, Dante Saksono langsung kerja. Pasca dilantik, dia menyambangi Kemenkes langsung memimpin rapat dengan pejabat eselon I dan II.

BGS dan Dante juga langsung bergerak cepat membuat tim mengantisipasi Covid-19 varian baru. “Kami meminta para ahli di Kemenkes untuk mempelajari strain (virus corona) tersebut, karena ini kajian yang harus dilakukan secara scientific,” ujar Budi. [UMM]