Dark/Light Mode

Listrik Buat Laptop Berasal Dari Kayuhan Sepeda

Workbikecycle, Solusi Jitu Bekerja Sambil Berolahraga

Rabu, 30 Desember 2020 11:18 WIB
Wahana Pendidikan Layanan Primer (WPLP UGM) beserta bengkel sepeda UGM dan Sekolah Vokasi kini tengah mengembangkan prototipe workbikecycle, solusi jitu bekerja sambil berolahraga. (Foto: Humas UGM)
Wahana Pendidikan Layanan Primer (WPLP UGM) beserta bengkel sepeda UGM dan Sekolah Vokasi kini tengah mengembangkan prototipe workbikecycle, solusi jitu bekerja sambil berolahraga. (Foto: Humas UGM)

RM.id  Rakyat Merdeka - Pernahkah Anda membayangkan, bersepeda statis sambil bekerja dengan laptop? Apalagi, jika energi yang timbul dari kayuhan sepeda, juga dapat dikonversi menjadi energi listrik yang diperlukan untuk menyalakan laptop.

Tentunya, asyik betul ya, kalau ada alat semacam itu. Bekerja sambil berolahraga, tak lagi cuma khayalan. Apalagi, alat tersebut tengah dikembangkan Wahana Pendidikan Layanan Primer (WPLP UGM) beserta bengkel sepeda UGM dan Sekolah Vokasi.

Baca juga : Sumur Resapan Bukan Solusi Jitu Atasi Banjir

Prototipe workbikecycle, sepeda yang dimodifikasi untuk dapat digunakan berolahraga sekaligus bekerja siap menjadi jawaban atas tantangan kesehatan dan kesibukan bekerja di zaman sekarang. Apalagi, stamina yang baik juga dapat menjadi benteng pertahanan tubuh terhadap penyakit. Termasuk Covid-19.

“Bekerja dengan laptop sambil mengayuh sepeda, akan membuat tubuh kita cukup berolahraga. Ini dapat mencegah munculnya faktor risiko yang menyebabkan Covid-19, dan menjaga produktivitas dalam bekerja," ucap Wistiono, manajer WPLP yang juga menjadi penggagas pengembangan alat ini, Rabu (30/12).

Baca juga : Semoga Maskapai Kita Bisa Bernapas

Alat ini mulai dikembangkan sejak awal September silam, dengan dukungan dari Direktorat Aset UGM dan arahan dari Wakil Rektor Bidang Sumber Daya Manusia dan Aset, serta mitra kerja dari Aset Pintar Blora.

Saat ini, terdapat tiga buah prototipe yang berada di Klinik Korpagama, yang telah digunakan oleh sejumlah pasien, serta staf klinik yang memerlukan.

Baca juga : Psikolog Unpad: Positif Covid Harus Dibarengi Dengan Pikiran Positif

Wistiono bilang, gagasan pembuatan sepeda ini muncul sebagai upaya untuk mengurangi faktor risiko penurunan kesehatan pada sivitas UGM yang dipicu oleh kurangnya olahraga serta stres akibat pekerjaan. Banyak sivitas UGM, yang memiliki penyakit seperti hipertensi, diabetes, gangguan jantung, gangguan ginjal, gangguan gerak, dan lainnya.

"Ide muncul karena kami prihatin dengan pasien, sivitas akademika, dan tren sepeda di situasi pandemi," terangnya.
 Selanjutnya 

Update berita dan artikel RM.ID menarik lainnya di Google News

Dapatkan juga update berita pilihan dan breaking news setiap hari dari RM.id. Mari bergabung di Grup Telegram "Rakyat Merdeka News Update", caranya klik link https://t.me/officialrakyatmerdeka kemudian join. Anda harus install aplikasi Telegram terlebih dulu di ponsel.