Dark/Light Mode
BREAKINGNEWS
Ucapkan Duka Atas Kepergian Prof. Muladi
Yusril: Indonesia Kehilangan Ilmuwan Hukum
Kamis, 31 Desember 2020 12:16 WIB
RM.id Rakyat Merdeka - Sejumlah tokoh berduka atas meninggalnya mantan Menteri Kehakiman Muladi. Salah satunya pakar hukum tata negara, Yusril Ihza Mahendra. Dia menuliskan ucapan duka di akun Twitter-nya.
"Kabar duka datang ke saya pagi ini, Prof. Dr Muladi SH wafat. Beberapa menit saya tertegun mendengarnya," cuit Yusril lewat akun @Yusrilihza_Mhd, Kamis (31/12).
Yusril, yang juga eks menteri kehakiman ini mengaku dekat dengan Muladi. Dia menyebut eks Rektor Universitas Diponegoro (Undip), Semarang, Jawa Tengah ini sebagai ilmuwan hukum yang berwibawa dan meninggalkan warisan teori-teori hukum pidana yang sangat berharga untuk masa depan.
Baca juga : Keluarga Ingin Prof. Muladi Dimakamkan Di Semarang
"Karena kewibawaannya itulah, Jenderal Feisal Tandjung dan saya mengusulkan kepada Presiden Suharto agar Prof. Muladi diangkat menjadi Menteri Kehakiman," lanjutnya.
Jabatan itu dipangku Muladi sampai masa kepemimpinan Presiden Habibie. Dia kemudian merangkap sebagai Mensesneg, menggantikan Akbar Tandjung. "Saya tidak menyangka di akhir tahun 1999, saya yang menjadi Menteri Kehakiman menggantikan Prof Muladi," imbuh Yusril.
Yusril mengisahkan, Muladi memberikan nasihat kepadanya saat serah terima jabatan Menteri Kehakiman akhir 1999. Nasihatnya, agar tetap bijak dan obyektif. Yusril sendiri meneladani sikap Muladi.
Baca juga : Semoga Indonesia Solid Dan Mampu Lewati Krisis
"Ketegasan pendirian serta sikap bijak dan hati-hati Prof Muladi itu menjadi teladan bagi saya. Beliau pekerja keras dan menyelesaikan tugas-tugas tepat waktu," pujinya.
Di era terakhir zaman Presiden Suharto dan Habibie, Muladi aktif di Ikatan Cendekiawan Muslim Indonesia (ICMI). Latar belakangnya semasa kuliah adalah GMNI.
"Saya melihat kecenderungan almarhum kepada Islam begitu mendalam. Tidak berlebihan kiranya kalau saya katakan beliau adalah Nasionalis Muslim yang sejati," pujinya.
Baca juga : PT PII Dukung PLN Bangun Proyek Jaringan Distribusi Indonesia Timur
Hubungan keduanya berjalan baik sampai dua tahun yang lalu, untuk terakhir kali dia bertemu Muladi dalam kondisi kesehatan yang kian menurun.
"Kini Prof. Muladi telah tiada. Kita kehilangan tokoh besar bangsa dan negara serta ilmuwan hukum yang sangat berwibawa. Usia manusia ada batasnya. Segala yang bernyawa akan mati. Kita semua akan kembali kepada-Nya," tutup Yusril. [OKT]
Update berita dan artikel RM.ID menarik lainnya di Google News
Dapatkan juga update berita pilihan dan breaking news setiap hari dari RM.id. Mari bergabung di Grup Telegram "Rakyat Merdeka News Update", caranya klik link https://t.me/officialrakyatmerdeka kemudian join. Anda harus install aplikasi Telegram terlebih dulu di ponsel.
Tags :
Berita Lainnya