Dark/Light Mode

Netizen Girang Vaksin Sinovac Tahap Dua Telah Tiba

Terima Kasih Pak Jokowi, Tahun Baru Harapan Baru

Sabtu, 2 Januari 2021 05:12 WIB
Vaksin Covid-19 kembali tiba di Tanah Air. Sebanyak 1,8 juta vaksin dari perusahaan Sinovac itu tiba di Bandara Internasional Soekarno-Hatta. (Foto : Isitimewa).
Vaksin Covid-19 kembali tiba di Tanah Air. Sebanyak 1,8 juta vaksin dari perusahaan Sinovac itu tiba di Bandara Internasional Soekarno-Hatta. (Foto : Isitimewa).

RM.id  Rakyat Merdeka - Vaksin Covid-19 buatan Sinovac tahap dua mendarat selamat di Tanah Air. Netizen berharap, vaksin bisa memulihkan kembali perekonomian yang terpuruk karena pandemi.

Vaksin buatan Sinovac itu tiba di Tanah Air, Kamis, 31 Desember 2020. Jumlahnya 1,8 juta.

Demikian informasi yang disampaikan lawancovid19_id dalam meme yang diunggahnya di akun Instagram. Lawancovid19_id juga mengatakan, akan datang 15 juta dosis bahan baku vaksin dari Sinovac.

Baca juga : Tahun Baru, Beban Baru

“Program vaksinasi harus terus dijalankan bersama dengan protokol kesehatan 3M (memakai masker dengan benar, menjaga jarak dan menjauhi kerumunan, mencuci tangan pakai sabun),” ungkap lawancovid19_id dalam captionnya.

Menteri Kesehatan (Menkes) Budi Gunadi Sadikin mengajak seluruh masyarakat mensukseskan program vaksinasi.

Budi Gunadi menjelaskan, program vaksinasi merupakan salah satu strategi utama untuk menyelesaikan masalah pandemi ini.

Baca juga : Kang Emil Curhat, Tangannya Kram 5 Menit

“Dibutuhkan waktu lebih dari 12 bulan untuk kita menyelesaikan program vaksinasi. Untuk itu, teman-teman, jangan lupa untuk menaati protokol kesehatan,” kata Budi Gunadi.

Dia yakin, dukungan masyarakat terhadap kebijakan melawan Covid-19 dapat menjadi semangat pemerintah. Pasalnya, pemerintah tidak mungkin bisa melakukannya sendiri.

Juru Bicara Satgas Penanganan Covid- 19 Wiku Adisasmito meminta masyarakat mendukung sepenuhnya langkah yang telah diambil pemerintah. “Dukungan masyarakat sangat penting demi mempercepat penanganan pandemi,” kata Wiku.

Baca juga : Jokowi Kecewa, Anggaran Covid Belum Juga Terserap Optimal

Menurutnya, pengadaan vaksin di Indonesia dilakukan melalui dua skema; fix dan optional. Sedangkan untuk pembelian vaksin, kata Wiku, dilakukan dengan pertimbangan uji klinis, efektivitas dan keamanan.

Kata Wiku, dengan melalui pengadaan vaksin yang bersifat fix, pemerintah pasti mendapatkan vaksin tersebut. Sedangkan untuk skema optional, vaksin yang didapat bersifat tentatif.

“Pada prinsipnya (pengadaan vaksin) adalah transaksi yang membutuhkan banyak pertimbangan, yaitu jaminan cakupan vaksinasi dan juga kelayakannya,” jelas Wiku.
 Selanjutnya 

Update berita dan artikel RM.ID menarik lainnya di Google News

Dapatkan juga update berita pilihan dan breaking news setiap hari dari RM.id. Mari bergabung di Grup Telegram "Rakyat Merdeka News Update", caranya klik link https://t.me/officialrakyatmerdeka kemudian join. Anda harus install aplikasi Telegram terlebih dulu di ponsel.