Dark/Light Mode
BREAKINGNEWS
- Perbaikan Selesai, Kondisi Jalan Lenteng Agung Sudah Normal dan Bisa Dilewati
- Persib Mulai Susun Persiapan Hadapi Musim 2026/2027
- OTT Pejabat Imigrasi Jakbar, KPK Sita Mobil, Valas, Hingga Emas
- Erling Haaland Bisa Bawa Norwegia Bersaing di Piala Dunia 2026
- Davide Ancelotti Latih Lille, Calvin Verdonk Hadapi Tantangan Baru
Mantap, Markas Koramil Di Malang Jadi Tempat Anak Difabel Menuntut Ilmu
Sabtu, 2 Januari 2021 19:01 WIB
RM.id Rakyat Merdeka - Kesempatan dan hak yang sama dalam bidang pendidikan harus diberikan untuk semua anak. Termasuk di daerah-daerah terpencil.
Seperti Koramil Pakisaji, Malang yang menyulap markasnya sebagai tempat anak-anak menuntut Ilmu. Kini, selain Mako Ramil Pakisaji, markas tersebut dikenal dengan sebutan Yayasan Kartika Mutiara.
Awal pembentukan yayasan tersebut berasal dari curahan hati orang tua dari anak-anak difabel yang tidak bisa mendapat pendidikan formal maupun informal. Lalu ditanggapi serius oleh seorang Babinsa, dan dibentuklah sebuah yayasan untuk membantu advokasi pendidikan dan kesehatan anak-anak difabel.
Baca juga : Rawan Tertular, 100 Pedagang Pasar Kramat Jati Jalani Tes Antigen
"Yayasan Kartika Mutiara yang berdiri 27 Januari 2018 menjadi wadah untuk memenuhi hak anak-anak tunanetra, tuli, cerebratasi dan guna grahita untuk bisa mendapat pendidikan dan pengetahuan sesuai kebutuhan mereka," kata Kapten Czi Widagdo
Danramil Kodim 0818/07 Pakisaji, Malang di sebuah video yang dikutip dari channel YouTube TNI AD.
Pada Oktober 2017, Widagdo memerintahkan Babinsa plesiran ke daerah lain terutama Pakisaji. Beruntungnya, anak buah Widagdo menemukan satu keluarga yang tiga anaknya mengalami disabilitas.
Baca juga : Manjain Pengguna Mobil Listrik, PLN Tambah 4 Tempat Ngecas Di Tol Trans Jawa
Setelah di data terdapat 179 anak yang tinggal di lokasi tersebut. "Harapan kami kalau semua terfasilitasi maka semua bisa kami latih atau kami laksanakan pembelajaran di Mako Ramil," ujarnya.
Seorang Babinsa bernama Serda Tri Joko mengatakan, di Yayasan Kartika Mutiara diajarkan baca tulis hitung (calistung), melukis, mewarnai, serta pembelajaran keterampilan. Yang dewasa diajarkan pelatihan membuat barang padat karya seperti keset. "Yang penting menghasilkan uang. Kami ingin anak-anak ini nanti mandiri," bebernya.
Semakin hari banyak anak-anak yang datang untuk bergabung agar mendapat pengetahuan dan pendidikan. Hal ini disambut gembira karena wadah ini bisa memberi kebaikan bagi lebih banyak anak-anak.
Baca juga : Pahala Mansury, Bankir Yang Ditunjuk Jadi Wakil Menteri BUMN
"Tapi kemampuan para pengajar yang terbatas menjadi kendala yang harus diantisipasi agar semakin banyak anak yang dapat dibantu," imbuhnya.
Kendali lain diungkapkan Tri adalah guru khusus. Sebab dia bukan guru khusus disabilitas dan semacamnya. "Paling anak-anak disabilitas yang pintar nyanyi, ya nyanyi. Yang penting senang kami fasilitasi karena itu hobi mereka. Kami butuh guru khusus," pungkasnya. [UMM]
Update berita dan artikel RM.ID menarik lainnya di Google News
Dapatkan juga update berita pilihan dan breaking news setiap hari dari RM.id. Mari bergabung di Grup Telegram "Rakyat Merdeka News Update", caranya klik link https://t.me/officialrakyatmerdeka kemudian join. Anda harus install aplikasi Telegram terlebih dulu di ponsel.
Tags :
Berita Lainnya