Dark/Light Mode

Pilih Calon Kapolri, Cari Sosok Yang Lagi Dibutuhin Negara

Sabtu, 9 Januari 2021 00:42 WIB
Ketua Umum DPP SPI Fonda Tangguh saat diskusi virtual bertajuk Sosok Kapolri Baru, Negara Butuh Apa? di Wisma Lumbini, Jumat (8/1).
Ketua Umum DPP SPI Fonda Tangguh saat diskusi virtual bertajuk Sosok Kapolri Baru, Negara Butuh Apa? di Wisma Lumbini, Jumat (8/1).

RM.id  Rakyat Merdeka - Komisi Kepolisian Nasional (Kompolnas) telah menyerahkan lima nama calon Kepala Kepolisian Republik Indonesia (Kapolri) kepada Presiden Joko Widodo (Jokowi) sejak Kamis (7/1).

Sahabat Polisi Indonesia (SPI) meminta, pemilihan Kapolri harus cermat. Yang paling utama, adalah dengan memilih sosok yang sesuai dengan kebutuhan. "Pilihlah yang masuk kriteria yang paling ideal sesuai kebutuhan negara saat ini," ujar Ketua Umum DPP SPI, Fonda Tangguh saat diskusi virtual Sosok Kapolri Baru, Negara Butuh Apa? di Wisma Lumbini, Jumat (8/1). Hadir juga dalam diskusi tersebut, Wakil Ketua DPR RI Azis Syamsuddin.

Berita Terkait : Kirim Surat Ke Presiden, Kapolri Minta Penunjukkan Pengganti Dirinya

Seperti diketahui, Jenderal (Pol) Idham Azis akan pensiun pada 1 Februari 2021. Adapun batas waktu pensiun bagi anggota kepolisian adalah 58 tahun.

Diingatkan SPI, Kapolri yang dipilih Presiden Jokowi jangan hanya karena faktor kedekatan emosional. Tetapi, Jokowi harus memilih perwira tinggi yang dapat memenuhi kebutuhan bernegara hari ini. Yakni merespon ancaman terorisme, radikalisme, kejahatan transnasional dan cyber, serta lainnnya.

Berita Terkait : Bikin Nyaman Rakyatnya, Bikin Nyaman Presidennya

Direktur Eksekutif Fixpoll Indonesia Muhammad Anas menyatakan, Kapolri yang dipilih tak harus yang telah menyuguhkan keputusan politik sensasional.

"Dimana Kapolri baru, boleh jadi tidak populer atau sosok perwira tinggi yang jarang disebut di media dan kurang dikenal publik. Bukan berasal dari Akpol atau bahkan tidak pernah menjabat posisi strategis selama masa dinas," ujarnya.

Berita Terkait : Tumben, Amien Rais Bikin Nyaman Jokowi

Anas menambahkan, yang menarik jika tradisi penentuan Kapolri ada perubahan. Yakni bukan hanya satu nama yang dikirim ke DPR. "Presiden Jokowi perlu membuat tradisi baru dengan mengundang semua Pati yang memenuhi syarat secara kepangkatan dan karir untuk mengikuti fit and proper test, agar presiden bisa menilai sendiri siapa sosok Kapolri yang sesuai visinya," pungkas Anas.

Sebelumnya Ketua Kompolnas Mahfud MD memaparkan, lima calon pengganti Bhayangkara 1 yang sudah diserahkan ke Presiden, untuk menggantikan kepemimpinan Jenderal Pol Idham Azis tak ada yang bintang dua. Semuanya bintangnya tiga. Kelimanya adalah Wakapolri Komjen (Pol) Gatot Eddy Pramono dan Kepala Badan Nasional Penanggulangan Terorisme (BNPT) Komjen (Pol) Boy Rafly Amar. Selanjutnya Kepala Bareskrim Komjen (Pol) Listyo Sigit Prabowo, Kepala Lembaga Pendidikan dan Pelatihan Polri Komjen (Pol) Arief Sulistyanta, dan Kepala Badan Pemelihara Keamanan Polri Komjen (Pol) Agus Andrianto. [FAQ]