Dark/Light Mode

Sempat Kabur, Sopir Menantu Eks Sekretaris MA Nurhadi Ditangkap Tim KPK Di Malang

Minggu, 10 Januari 2021 21:45 WIB
Plh Deputi Penindakan KPK Setyo Budiyanto. (Ist)
Plh Deputi Penindakan KPK Setyo Budiyanto. (Ist)

RM.id  Rakyat Merdeka - Tersangka kasus merintangi penyidikan pengurusan perkara di Mahkamah Agung (MA), Ferdy Yuman, sempat melarikan diri saat hendak ditangkap tim penyidik Komisi Pemberantasan Korupsi (KPK).

Plh Deputi Penindakan KPK Setyo Budiyanto mengungkapkan, penangkapan bekas supir menantu eks sekretaris MA Nurhadi, Rezky Herbiyono itu berawal dari informasi masyarakat, Jumat (8/1) pekan lalu.

"Diinformasikan mengenai keberadaan FY yang beralamat di wilayah Sidosermo Surabaya, Jawa Timur," ujar Setyo dalam konferensi pers di Gedung Merah Putih KPK, Jl. Kuningan Persada, Jakarta Selatan, Minggu (10/1).

Berita Terkait : Mantan Sekda Banjar Sodikin Digarap KPK Lagi

Tim komisi antirasuah kemudian bergerak. Mereka berkoordinasi dengan personel Polda Jawa Timur dan kepala lingkungan setempat untuk melakukan penangkapan. Namun, setibanya di lokasi, Ferdy sudah tidak ada.

"KPK kemudian mengamankan barang bukti di antaranya beberapa dokumen dan telepon genggam, serta satu unit mobil Fortuner warna hitam," imbuh Direktur Penyidikan KPK ini.

Tim selanjutnya melanjutkan pencarian dengan menghubungi Polresta Malang Kota dan Polsek Klojen untuk membantu menyisir keberadaan Ferdy. Sabtu (9/1), pukul 23.45 WIB, tim menemukan sebuah mobil terparkir di salah satu hotel di wilayah Kota Malang yang digunakan Ferdy untuk melarikan diri.

Berita Terkait : Berkas Rampung, Penyuap Eks Sekretaris MA Nurhadi Bakal Disidang

Dini hari tadi, dia diringkus. "Selanjutnya tersangka FY diamankan untuk kemudian dibawa ke gedung Merah Putih KPK guna mengikuti proses hukum selanjutnya," tutur Setyo.

Setelah melakukan pemeriksaan, Ferdy dijebloskan ke dalam rutan. Dia ditahan selama 20 hari ke depan, terhitung sejak hari ini, hingga dengan 29 Januari mendatang.

"Di Rutan KPK Cabang Pomdam Jaya Guntur," ucap jenderal polisi bintang satu itu.

Baca Juga : Asisten III Kota Pare-pare Wafat Karena Corona

Sebagai upaya untuk mengantisipasi penyebaran Covid-19, Ferdy akan lebih dulu menjalani isolasi mandiri selama 14 hari di Rutan KPK cabang Kavling C1.

"KPK mengapresiasi masyarakat yang telah memberikan informasi keberadaan tersangka dan juga kepada Polresta Malang atas bantuan dalam penanganan perkara ini sebagai bentuk sinergi aparat penegak hukum dalam pemberantasan korupsi," tandas Setyo. [OKT]