Dark/Light Mode

Jabar Longsor, Kalsel Banjir, Sulbar Gempa

Tobat...Tobat...

Sabtu, 16 Januari 2021 08:05 WIB
Beginilah salah satu dampak gempa berkekuatan 6,2 SR yang menyerang Mamuju, Sulawesi Barat (Sulbar), kemarin. Kantor Gubernur Sulbar hancur berkeping-keping. (Foto: ANTARA/Akbar Tado)
Beginilah salah satu dampak gempa berkekuatan 6,2 SR yang menyerang Mamuju, Sulawesi Barat (Sulbar), kemarin. Kantor Gubernur Sulbar hancur berkeping-keping. (Foto: ANTARA/Akbar Tado)

RM.id  Rakyat Merdeka - Sepekan terakhir, bencana alam datang melanda sejumlah daerah di Tanah Air. Diawali longsor di Sumedang, Jawa Barat (Jabar). Lima hari berselang, banjir besar merendam ribuan rumah di Kalimantan Selatan (Kalsel). Belum surut banjir di Kalsel, gempa berkekuatan 6,2 magnitudo menghantam Majene, Sulawesi Barat (Sulbar) dini hari kemarin. Melihat bencana yang datang beruntun dan banyaknya korban berjatuhan, banyak orang yang beristigfar. Tobat...tobat...

“Masih bernafas?” tanya petugas. “Masih,” jawab seorang ibu, dengan terengah-engah di bawah reruntuhan rumahnya. Hanya wajahnya yang terlihat. Badannya tertutup reruntuhan.

Berita Terkait : Bu Risma, Ini Tugas Sebenarnya

“Masih ada yang lain?” tanyanya lagi. “Masih. Masih bernafas. Masih gerak-gerak. Tapi tak kelihatan badannya,” terang si ibu. Si petugas lalu menawarinya air dan menyampaikan akan segera melakukan evakuasi.

Ini kejadian menyedihkan di satu titik yang memperlihatkan dampak gempa di Sulbar. Percakapan tersebut terekam dalam video saat petugas akan melakukan evakuasi. Menurut petugas, kejadian itu berlokasi di Jalan KS Tubun. Di video yang viral itu, rumah korban sudah rata dengan tanah. Sementara ada empat orang yang terjebak di dalam.

Baca Juga : Hari Ini, 4 Wakil Indonesia Berjuang Ke final Thailand Open

Kejadian seperti ini tak hanya ditemui di satu lokasi. Banyak warga terjebak lantaran gempa berkekuatan 6,2 magnitudo itu, terjadi pada pukul 2.28 dini hari. Saat banyak warga sedang lelap tidur. Akibatnya, banyak warga yang tak bisa menyelamatkan diri.

Di titik lainnya, warga mendirikan tenda pengungsian secara swadaya di lapangan atau daerah perbukitan. Mereka bertahan dengan makanan dan barang seadanya, lantaran kesulitan mendapat bahan makanan. Mereka tak bisa membeli makanan karena pasar dan toko semua tutup.

Baca Juga : Mimpi Bangun Ibu Kota Negara Belum Padam

Sebelum gempa itu datang, wilayah Sulbar sudah berkali-kali diguncang gempa. Awalnya Gempa berkekuatan 5,9 magnitudo terjadi pada Kamis siang. Gempa cukup besar ini sempat membuat panik warga. Video warga berhamburan dari tempat kerja, viral di media sosial.

Nah, malamnya, saat warga tidur, gempa datang lagi. Kekuatannya lebih gede lagi. 6,2 magnitudo. Kali ini, dampaknya luar biasa. Rumah-rumah rata dengan tanah. Jaringan listrik dan komunikasi ikut terganggu. Gempa juga menyebabkan longsor yang memutus jalan trans Sulawesi. Akibatnya tim SAR gabungan yang datang dari Makassar terpaksa harus naik kapal laut dengan waktu tempuh perjalanan 20 jam.
 Selanjutnya