Dark/Light Mode

Banjir Di Halmahera Utara, 1.801 Orang Ngungsi

Minggu, 17 Januari 2021 22:24 WIB
Banjir Di Halmahera Utara, 1.801 Orang Ngungsi

RM.id  Rakyat Merdeka - Banjir setinggi 50-100 cm di Kabupaten Halmahera Utara, Provinsi Maluku Utara pada Sabtu (16/1) pukul 12.00 WIT, telah mengakibatkan 1.801 orang mengungsi.

Banjir tersebut juga mengakibatkan 1 unit jembatan terputus, 809 unit rumah terendam, 3 unit rumah terbawa banjir dan 2 unit rumah rusak berat.

Berita Terkait : Banjir Di Kalsel Rendam 7 Kabupaten-Kota

Sementara itu, terdapat 5 kecamatan yang terdampak banjir, yaitu Kecamatan Kao Barat, Kecamatan Halmahera Utara, Kecamatan Galela Barat, Kecamatan Galela Selatan dan Kecamatan Loloda Utara.

Badan Penanggulangan Bencana Daerah (BPBD) Kabupaten Halmahera Utara melakukan kaji cepat, berkoordinasi dengan instansi terkait, masyarakat dan relawan serta tim gabungan dalam melakukan evakuasi masyarakat terdampak.

Baca Juga : Gunung Sinabung Erupsi, Semburkan Debu Setinggi 500 Meter

Selain itu, BPBD Kabupaten Halmahera Utara juga mendirikan tenda pengungsi di perbatasan antara Desa Pitago dan Desa Kai.

Banjir saat ini telah berangsur surut. Berdasarkan pantauan Badan Meteorologi Klimatologi dan Geofisika (BMKG), Provinsi Maluku Utara berpotensi mengalami hujan sedang hingga lebat yang dapat disertai kilat/petir.

Baca Juga : Bareng Ikang Fawzi, Bamsoet Undi Give Away Empat Pilar MPR

Untuk itu, Badan Nasional Penanggulangan Bencana (BNPB) mengimbau masyarakat untuk tetap waspada dan siaga di tengah musim hujan yang akan terjadi di sejumlah wilayah hingga Februari 2021.

Masyarakat dapat memantau informasi prakiraan cuaca melalui BMKG, serta memeriksa potensi bencana disekitar wilayah melalui InaRisk. [HES]