Dark/Light Mode

Kapolri Diserahkan Ke Jenderal Muda

Panglima TNI Baru Masih Untuk Andika?

Jumat, 22 Januari 2021 07:35 WIB
KSAD Jenderal Andika Perkasa (Foto: Istimewa)
KSAD Jenderal Andika Perkasa (Foto: Istimewa)

RM.id  Rakyat Merdeka - Pemilihan Kapolri baru sudah beres. Listyo Sigit Prabowo, seorang jenderal muda, mulus menjadi Kapolri baru, menggantikan Jenderal Idham Azis yang akan pensiun Februari 2021. Kini, giliran pemilihan Panglima TNI, menyusul akan pensiunnya Marsekal Hadi Tjahjanto pada November nanti. Apakah Jokowi juga akan mengangkat jenderal muda di TNI, atau memilih Jenderal Andika Perkasa, yang kini sudah berusia 56 tahun?

Listyo terbilang sangat muda. Dia saat ini baru berusia 51 tahun 8 bulan. Di Akademi Kepolisian (Akpol), dia lulusan 1991. Sebenarnya, di atas dia masih banyak senior. Seperti Komjen Agus Andrianto, yang saat ini menjabat Kepala Badan Pemelihara Keamanan Polri. Agus merupakan lulusan Akpol tahun 1989. Lalu, ada Komjen Boy Rafli Amar, yang saat ini menjabat Kepala Badan Nasional Penanggulangan Terorisme (BNPT), dan Komjen Gatot Eddy Pramono, yang saat ini menjabat Wakapolri. Keduanya lulusan Akpol tahun 1988. Yang paling senior, Komjen Arief Sulistyanto, yang saat ini menjabat Kepala Lembaga Pendidikan dan Pelatihan Polri. Arief lulusan Akpol 1987.

Meski banyak melangkahi senior, pemilihan Listyo lancar-lancar saja. Bahkan, menjalani fit and proper test di Komisi III DPR, Rabu (20/1), beberapa senior memenami Listyo. "Itu menunjukkan bahwa kami, Polri, tidak pernah ada masalah terkait pergantian Kapolri. Saya kira itu adalah bukti bahwa saat ini tidak ada masalah di internal Polri," ucap Listyo, ketika itu.

Berita Terkait : Listyo Tawarkan Kebaruan

Berkaca dari lancarnya pemilihan Kapolri ini, apakah Presiden Jokowi akan menggunakan cara yang sama dalam pemilihan Panglima TNI, nanti? Saat ini, ada tiga sosok yang berpeluang menjadi penerus Marsekal Hadi Tjahjanto. Mereka adalah Kepala Staf Angkatan Darat (KSAD) Jenderal Andika Perkasa, Kepala Staf Angkatan Udara (KSAU) Marsekal Fadjar Prasetyo, dan Kepala Staf Angkatan Laut (KSAL) Laksamana Yudo Margono.

Sejauh ini, banyak yang menjagokan Andika bakal dipilih Jokowi sebagai Panglima TNI baru. Alasannya, ada kedekatan khusus. Dia adalah mantan Komandan Paspampres di awal-awal Jokowi menjadi Presiden. Dia juga merupakan menantu Jenderal (Purn) AM Hendropriyono, salah satu orang dekat Jokowi.

Namun masalahnya, usai Andika sudah mepet ke pensiun. Dia akan pensiun pada Desember 2022. Kalau diangkat menjadi Panglima pada November, dia hanya akan menjabat 1 tahun 1 bulan. 

Berita Terkait : Jenderal Idham Memilih Netral

Bagaimana dengan dua calon lain? Marsekal Fadjar Prasetyo lebih muda dua tahun dibanding Andika. Saat ini dia berusia 54 tahun. Masih empat tahun lagi menuju pensiun. Masalahnya, dia satu matra dengan Hadi Tjahjanto, sama-sama Angkatan Udara. Dalam pemilihan panglima, ada tradisi giliran matra. Sedangkan Laksamana Yudo Margono berusia 55 tahun. Masih ada waktu tiga tahun menuju masa pensiun. 

Siapa yang akan dipilih Jokowi? Pengamat militer dan pertahanan, Susaningtyas Kertopati menyatakan, semuanya berpeluang. Dia juga memandang, bisa saja Jokowi menggunakan format yang sama dengan pemilihan Kapolri. “Bisa-bisa saja, karena hak prerogatif Presiden," ulas perempuan yang akrab disapa Nuning ini, kepada Rakyat Merdeka, tadi malam.

Nuning menilai, lebih baik jika seorang Panglima diangkat bukan hanya berdasarkan kedekatan. Melainkan memiliki pengetahuan dan pendidikan tinggi, sehingga mumpuni dalam memimpin TNI. Kata dia, setidaknya ada tigal hal penting yang patut dipertimbangkan Jokowi.
 Selanjutnya