Dark/Light Mode

Benda Mirip Rudal Bertuliskan China Masuk Anambas

Jebol Lagi... Jebol Lagi...

Jumat, 22 Januari 2021 07:40 WIB
Benda mirip rudal ditemukan di Anambas, Kepri. (Foto: Istimewa)
Benda mirip rudal ditemukan di Anambas, Kepri. (Foto: Istimewa)

RM.id  Rakyat Merdeka - Pertahanan dan keamanan laut Indonesia kian mengkhawatirkan. Setelah drone laut dan kapal survei, satu lagi benda mirip rudal bertuliskan China, ditemukan di wilayah Indonesia. Aduh, jebol lagi...jebol lagi...

Benda berbentuk tabung dengan ukuran panjang sekitar 2 meter itu, ditemukan warga Desa Air Putih, Ain (52) bersama putranya, Aris di Pantai Tanjung Musang, Rabu (20/1) sore, sekitar pukul 15.30 WIB. Ain mengaku, menemukan tabung berwarna biru itu mengapung saat akan menangkap ikan di pantai tersebut.

Namun, Ain dan putranya langsung bergegas memberitahu warga sekitar untuk mengamankan benda asing berbahan alumunium dan memiliki baling-baling tanpa sayap itu, ke tepi pantai. Warga kemudian melaporkan penemuan tersebut dan menyerahkan benda diduga drone itu ke pihak kepolisian.

Berita Terkait : Prabowo Digebuk Nyalla

Selanjutnya diteruskan kepada Pangkalan TNI AL Tarempa untuk dilakukan pengecekan dan pengkajian lebih lanjut. Danlanal Tarempa, Letkol Laut Efran Indra mengatakan, benda itu langsung dievakuasi untuk menghilangkan keresahan warga. Warga disebut khawatir usai benda itu ditemukan.

Namun, Efran belum menjelaskan detail apa sebenarnya benda yang ditemukan di Anambas tersebut. Dia mengatakan, masih menunggu ahli untuk melakukan identifikasi. “Untuk identifikasi kita menunggu ahlinya. Mohon waktu untuk pendalamannya,” kata Efran.

Terkait temuan benda mirip rudal itu, Menteri Pertahanan, Prabowo Subianto belum juga berkomentar. Juru bicaranya, Dahnil Anzar Simanjuntak juga belum merespons permintaan wawancara Rakyat Merdeka.

Baca Juga : Panglima TNI Baru Masih Untuk Andika?

Penemuan rudal ini menambah daftar alutsista China yang masuk ke laut Indonesia. Desember tahun lalu ditemukan juga drone bawah laut punya China di Kepulauan Selayar, Sulawesi Selatan. Dan, pertengahan bulan ini kapal Bakamla memergoki kapal survei “Xiang Yang Hong 03” milik China yang masuk di area sekitar Selat Sunda tanpa menyalakan sistem identifikasi otomatisnya (AIS).

DPR ikut menanggapi masuknya alutsista China itu ke laut Indonesia. Anggota Komisi I DPR, Christina Aryani mengatakan, DPR akan mengusut tuntas masuknya sejumlah alutsista tersebut. Bahkan, Komisi I telah membentuk Panja Keamanan Laut yang akan mulai bersidang pada bulan depan.

“Hal ini menjadi perhatian kami di Komisi I, mulai dari penemuan sea glider di Selayar beberapa waktu lalu yang ternyata juga pernah ditemukan tahun 2019 lalu,” katanya kepada Rakyat Merdeka, tadi malam.
 Selanjutnya