Dark/Light Mode

Politikus Golkar Dukung KNPI Laporkan Abu Janda Ke Bareskrim

Jumat, 29 Januari 2021 09:45 WIB
Ketua Departemen HAM DPP Partai Golkar Muslim Jaya Butarbutar (tengah). (Ist)
Ketua Departemen HAM DPP Partai Golkar Muslim Jaya Butarbutar (tengah). (Ist)

 Sebelumnya 
Menanggapi laporan tersebut, Abu Janda mengatakan, mestinya pelapor melakukan komunikasi dulu dengan dirinya terkait postingan di Twitter yang kini sudah dihapus itu.

"Harusnya tanyakan dulu, tabayun maksudnya apa. Itu kan saya juga memakai tanda tanya, artinya saya bertanya," ujar Abu Janda dilansir JPNN, Kamis (28/1) malam.

Baca Juga : Rupiah Terbang Tinggi Meski Stimulus AS Molor

Abu Janda pun menuturkan, sebelum terjadi pelaporan, dia sempat berbalas tweet dengan Ketua Umum KNPI Haris Pertama. Abu Janda juga menyebut Haris sebagai pembela Front Pembela Islam dan Habib Rizieq.

"Saya sempat nge-tag dia kan di Twitter, terus dia balas kan. Cuma sebatas itu saja, tidak ada komunikasi," kata Abu Janda.

Baca Juga : Pertamedika IHC Upayakan Tak Ada Pasien Covid-19 Yang Ditolak

Salah satu tokoh penentang FPI ini pun menerangkan alasan dihapusnya cuitan di Twitter yang dianggap bermuatan SARA dan menghina mantan Komisioner Komnas HAM Natalius Pigai.

"Saya bukan ketakutan, tapi itu ketika saya unggah enggak sampai satu jam follower saya banyak yang body shaming kepada Natalius Pigai," katanya

Baca Juga : Platform Game MPL Tembus 63 Juta Pengguna

Atas hal itu, dia memutuskan menghapus unggahan sebelum semakin parah. "Saya enggak mau terjadi body shaming itu, makanya dihapus," tegas Abu Janda. [FAZ]