Dark/Light Mode

Besok Dipanggil Bareskrim

Abu Janda Dijewer 8 Partai

Minggu, 31 Januari 2021 07:33 WIB
Permadi Arya alias Abu Janda. (Foto: Instagram)
Permadi Arya alias Abu Janda. (Foto: Instagram)

RM.id  Rakyat Merdeka - Seleb medsos, Permadi Arya alias Abu Janda kini sudah jadi musuh bersama. Cuitannya soal “Islam Arogan” dikecam berbagai kalangan. Bahkan 8 partai politik di Senayan, ikutan gerah dan menjewernya. Atas cuitannya tersebut, besok Abu Janda akan dipanggil Bareskrim Polri.

Selama sepekan ini, Abu Janda menjadi trending topic di Twitter. Cuitannya lewat akun @permadiaktivis1, bikin gaduh. Puncaknya, Abu Janda dilaporkan ke Bareskrim Polri atas dugaan pelanggaran Undang-Undang Informasi dan Transaksi Elektronik dan pasal penistaan agama.

Laporan itu sudah diterima Bareskrim Mabes Polri. Rencananya, Senin (1/2), Abu Janda bakal dipanggil Reserse Bareskrim Mabes Polri. Namun, Abu Janda hingga saat ini masih berstatus terlapor.

“Benar dilayangkan panggilan terhadap Abu Janda terkait laporan ‘Islam arogan’,” kata Direktur Tindak Pidana Siber Bareskrim Polri, Brigjen Slamet Uliandi dalam keterangannya, kemarin.

Berita Terkait : Senin, Abu Janda Dipanggil Bareskrim, Pemuda Muhammadiyah Minta Keadilan Ditegakkan

Desakan agar kepolisian bersikap tegas terhadap kasus Abu Janda ikut disampaikan 8 parpol di Senayan, termasuk partai dari koalisi pendukung pemerintah. Meskipun saat Pilpres 2019, Abu Janda bagian dari relawan pendukung Jokowi-Ma’ruf Amin.

Waketum PKB yang juga Wakil Ketua MPR, Jazilul Fawaid meminta kepolisian tidak ragu memproses Abu Janda. Menurutnya, pernyataan yang disampai Abu Janda lewat Twitter yang viral itu telah merugikan Islam. Termasuk nama baik Nahdlatul Ulama (NU) yang selama ini diklaim sebagai organisasinya Abu Janda.

“Kalau mengatasnamakan NU dan tidak sesuai visi Nahdliyin ya pasti rugi dong. Apalagi mengatakan Islam arogan, itu merusak citra NU,” tutur pria yang akrab disapa Gus Jazil kepada Rakyat Merdeka, tadi malam.

Politisi Golkar, Ace Hasan Syadzily ikut mengecam cuitan Abu Janda. Wakil Ketua Komisi VIII DPR ini meminta Abu Janda belajar tentang Islam. Menurutnya, Abu Janda gegabah mengatakan Islam arogan terhadap tradisi lokal.

Baca Juga : Layanan SIM Keliling Di Jakarta, Minggu Ini Hadir Di 2 Lokasi

Politisi PPP, Arsul Sani ikut meminta polisi adil dalam mengusut kasus Abu Janda. Apa yang sudah dilakukan polisi terhadap Ketua Umum DPP Projamin (Pro Jokowi-Maruf Amin) Ambroncius Nababan, juga harus dilakukan pada Permadi Arya.

Wakil ketua MPR ini mengingatkan, hukum tidak boleh tumpul kepada kelompok tertentu. Terlebih lagi tidak ditegakkan terhadap para pendukung pemerintah.

“Tidak boleh kemudian, karena seseorang itu kebetulan elemen pendukung pemerintahan saat ini, kemudian tidak diproses,” kata Politsi PPP itu.

Gerindra dan Nasdem yang juga bagian dari koalisi pemerintah, ikut menyuarakan kecaman. Waketum Gerindra, Habiburokhman mengingatkan, Abu Janda tak gagah-gagahan merasa kebal hukum.

Baca Juga : RR Diledek Rajawali Nggak Bisa Terbang

Sementara, politisi Nasdem, Ahmad Sahroni meminta polisi menindak setiap pelaku rasisme. Dia pun meyakini Kapolri Jenderal Listyo Sigit Prabowo berani menindak pelaku rasisme tanpa pandang bulu. “Sebab, rasisme bisa menyebabkan perang sesama saudara sendiri,” kata Sahroni.
 Selanjutnya