Dark/Light Mode

Kangen Dipanggil Mary Jane

Senin, 18 Januari 2021 06:26 WIB
Ngopi - Kangen Dipanggil Mary Jane
Catatan :
Redaktur

RM.id  Rakyat Merdeka - Saya beri judul tulisan ini, Duka Itu Tetap Duka. Meski sudah dua pekan senior di kantor Rakyat Merdeka, Sugihono alias mas Ono pergi buat selamanya, kebaikannya dan becandanya tak bisa dilupakan.

Meski saya bukan tipikal yang selalu nongkrong bareng saat di kantor bersama dia, duka tetaplah duka untuk saya. Junior yang angkatannya jauh di bawah almarhum, saya berduka. Teramat.

Saya juga nggak punya catatan panjang beliau, tentang obrolan warung kopi, atau pandangan-pandangan Mas Ono tentang politik, sampai apa pun. Cerita itu dan anggapan beliau yang cukup luas tentang apa pun, cuma saya dengar dari rekan yang lain.

Berita Terkait : Kembali Belanja Ke Warung Tetangga

Tapi yang sudah dirindukan dari sosok beliau adalah sapaan yang nggak pernah absen saya dengar buat saya kalau beliau ada di kantor. Atau baru aja sampai kantor.

Kebetulan meja komputer saya di kantor (sebelum situasi pandemi), persis di hook lorong dari pintu masuk. Akses wara wiri warga lantai 8, Gedung Graha Pena.

Mary Jane,” teriak Mas Ono. Bukan cuma senyum, tapi tawanya juga nggak pernah absen. Sesekali singgah, sambil lihat layar komputer saya. Dan ngobrol sesaat, dari mulai bertanya liputan ke mana, sampai ajakan nongkrong di resto, lantai dasar Graha Pena. “Ayok, Mary Jane. Ngopi dulu ke bawah. Mas Anggo (redaktur saya) mah, santai. Nanti aja ngetik berita- nya,” begitu ajakan Mas Ono.

Berita Terkait : Senengnya Temukan Tanaman Varigata...

Mas Ono doang yang panggil saya Mary Jane di kantor. Hehehe. Nggak ada bule-bulenya padahal saya, cuma saya pikir itu inginnya Mas Ono aja, yang mungkin karena terinspirasi film Spider Man. Mary Jane, tokoh teman wanita si Spider Man.

Huft. Nanti kalau sudah aktif lagi ke kantor, saya bakal kehilangan suara itu, panggilan dari Mas Ono. Yang tersisa juga, ngopi yang belum terealisasi. Bercandaan Mas Ono, minta ditraktir kopi.

“Mer, ngopi yang enak yuk. Udah sering ngopi yang airnya sedandang, kopinya dikit. Bosen. Nyobain dong yang kayak di cafe.” Maaf, Mas Ono. Belum kesampaian. Maaf.... [Merry Apriyani /Wartawan Rakyat Merdeka]