Dark/Light Mode

Perkebunan Jadi Penyumbang Tertinggi Pertumbuhan Sektor Pertanian

Sabtu, 12 Desember 2020 21:00 WIB
Hamparan kebun kelapa sawit/Ilustrasi (Foto: Kementan)
Hamparan kebun kelapa sawit/Ilustrasi (Foto: Kementan)

RM.id  Rakyat Merdeka - Sektor pertanian tetap mengalami pertumbuhan di tengah terpaan badai pandemi Covid-19. Sektor pertanian mencatat angka positif dengan pertumbuhan pendapatan domestik bruto (PDB) di kuartal II-2020 sebesar 19,24 persen dan kuartal III sebesar 2,19 persen. Subsektor perkebunan menjadi penyumbang terbesar pertumbuhan tersebut. Kementerian Pertanian (Kementan) optimis, di kuartal IV juga akan mengalami peningkatan.

Dirjen Perkebunan Kementan Kasdi Subagyono mengatakan, salah satu pendorong pertumbuhan itu adalah ekspor. “Ekspor kita naik 11,6 persen dari tahun 2019. Dari Januari sampai Oktober 2020 besarnya Rp 359,5 trilliun dan lebih dari 90 persen berasal dari subsektor perkebunan,” terang Kasdi, dalam keterangan yang diterima redaksi, Sabtu (12/12).

Berita Terkait : Sektor Pertanian Tetap Tumbuh, Syahrul: Ini Berkat Sinergi Kuat Bersama

Kasdi menerangkan, Gerakan Ekspor Tiga Kali Lipat, yang merupakan kebijakan Menteri Pertanian Syahrul Yasin Limpo, sebagai tindak lanjut arahan Presiden Jokowi untuk mengakselerasi dan memultiplikasi ekspor, menjadi fokus Kementan. Program ini dapat dukungan serta sinergi yang kuat dari segenap stakeholder. Mulai dari petani, pelaku usaha, sampai ke pemerintah daerah. Kasdi menerangkan, kemitraan petani dengan perusahaan selama ini senantiasa diperkuat. Salah satunya lewat skema plasma inti memang menjadi kunci.

Kemitraan tersebut menjamin pasar bagi petani dan menjamin ketersediaan bahan atau produk bagi perusahaan. “Salah satu yang kita dorong lewat skema plasma inti juga adalah para pelaku UMKM sektor pertanian, khususnya subsektor perkebunan,” tambahnya.

Baca Juga : Fadel: 2024 Harus Naik

Kamis (10/12), Kementan memperingati Hari Perkebunan le-63 di Scientia Square Park, Gading Serpong, Tangerang. Di acara itu dilangsungkan prosesi pelepasan ekspor hasil perkebunan, yaitu briket tempurung kelapa ke Irak sebanyak 1 container oleh PT Tom Cococha Indonesia. “Perusahaan tersebut mampu mengekspor 2.000 ton untuk setahun dan mencatat nilai ekspor sebesar Rp 500 miliar,” terang Kasdi.

Secara nasional, nilai ekspor produk briket tersebut mencapai Rp 7 triliun. “Pada peringata Hari Perkebunan ke-63 ini, kami sampaikan terima kasih kepada semua pihak yang turut membangun sektor pertanian, terutama subsektor perkebunan. Mari bersama kita majukan komoditas perkebunan Indonesia,” tambah Kasdi.

Baca Juga : 24 Karya Terbaik Jadi Juara Anugerah Jurnalistik Pertamina 2020 Wilayah Jawa Bagian Barat

Untuk lebih menggenjot ekspor, Kasdi menuturkan, Kementan akan fokus kepada penyediaan benih berkualitas tinggi. Sehingga produk perkebunan Indonesia lebih menarik bagi pasar internasional. “Kita menargetkan 15 juta benih untuk 14 komoditas,” tutup Kasdi. [USU]