Dark/Light Mode
BREAKINGNEWS
Insan Pers Disuntik Sinovac
Ilham Bintang : Bagus, Jadi Kampanye Agar Masyarakat Mau Divaksin
Rabu, 24 Februari 2021 20:30 WIB
RM.id Rakyat Merdeka - Ketua Dewan Kehormatan Persatuan Wartawan Indonesia (PWI) Pusat, Ilham Bintang mengapresiasi langkah pemerintah yang memprioritaskan wartawan sebagai penerima vaksin.
Selain memberikan perlindungan kepada para wartawan dalam meliput dilapangan, program vaksin ini juga baik karena menjadi ajang kampanye menggerakan masyarakat agar mau divaksin.
Ilham mengatakan, pers itu bagian yang memberi support, memberi semangat pada seluruh bangsa Indonesia untuk bersama-sama bergerak menyelamatkan jiwa dari ancaman pandemi Covid-19.
"Bagus kalau wartawan sendiri yang begitu kritis sudah antusias untuk divaksin, maka itu ibaratnya sudah 3/4 jalan tuh untuk bisa menggerakkan masyarakat untuk juga mau di vaksin. Ujungnya, itu akan mempercepat proses berakhirnya pandemi itu," imbuh Ilham.
Baca juga : Didiek J. Rachbini Minta Masyarakat Percaya Vaksin
Seperti diketahui, setelah tenaga kesehatan dan pejabat publik, giliran insan pers yang menerima vaksin Sinovac, pada Rabu (24/2). Ilham masuk dalam daftar penerima program vaksinasi Covid-19 tahap II.
Penyuntikan vaksin berlokasi di Perumahan Pejabat Eselon 1 BPPSDM (Badan Pengembangan dan Pemberdayaan Sumber Daya Manusia) Kementerian Kesehatan, Jl Hang Jebat III, Jakarta Selatan.
Setelah divaksin, Ilham Bintang mengaku semakin percaya diri. "Insyaallah tapi kan tetap jaga protokol kesehatan, 5M sekarang kan," jelasnya.
Saat disuntik dia tidak merasa sedikitpun rasa sakit. "Nggak berasa. (Kekhawatiran) Nggak ada itu," katanya.
Baca juga : Terdampak Banjir, 27 Warga Kampung Melayu Dievakuasi
Ilham juga memberikan himbauan agar pers bisa melindungi diri lewat vaksin. Hal ini penting untuk kinerja mereka di lapangan. "Saya kira pertama ibarat berperang, mustinya pers lebih dulu memiliki persenjataan berupa imunitas supaya tercapai hasil optimal," katanya.
Dengan vaksinasi pers, publik diharapkan lebih yakin, dan pandemi bisa lekas berlalu. Bukan tanpa alasan, optimisme virus bisa berlalu ini ada saat Ilham menceritakan bagaimana anaknya saat yang kini menjalani aktivitas secara normal di Melbourne, Australia.
"Saya nanya bagaimana bisa Melbourne sampai kosong dia punya kasus? Anak saya bilang, taat peraturan," kata Ilham.
"Di Perth saya ada kontak dengan keluarga di sana, di Perth sudah 10 bulan ini nggak pakai masker di jalan, udah bergaul sehari-hari, mereka baru wajib pakai masker kalau di Airport. Kalau nggak pakai masker dendanya gimana? Dendanya 50.000 dolar itu sama dengan 550 juta," Imbuh Ilham.
Baca juga : Sempat Heboh Mau Disuntik Di Bokong, Duterte Akhirnya Mau Divaksin Di Muka Umum
Jadi kata dia, sebuah negara yang pemerintahanya bisa mengajak partisipasi masyarakat lebih banyak, itu akan lebih memudahkan menyelesaikan pandemi ini. Nah partisipasi masyarakat itu wartawan, pers kuncinya.
"Pers sebagaimana fitrahnya, dia adalah bagian integral memerdekakan bangsa, memperjuangkan kemerdekaan, dia harus juga punya kewajiban untuk menjaga keutuhan itu, menjaga masyarakat tetap selamat melewati krisis pandemi ini," tandasnya. TAR
Update berita dan artikel RM.ID menarik lainnya di Google News
Dapatkan juga update berita pilihan dan breaking news setiap hari dari RM.id. Mari bergabung di Grup Telegram "Rakyat Merdeka News Update", caranya klik link https://t.me/officialrakyatmerdeka kemudian join. Anda harus install aplikasi Telegram terlebih dulu di ponsel.
Tags :
Berita Lainnya