Dark/Light Mode

Vaksin Mandiri Jadi Vaksin Gotong Royong

Semoga Tulus, Tanpa Motif Fulus

Senin, 1 Maret 2021 05:40 WIB
Vaksinator menunjukkan vaksin COVID-19 Sinovac saat pelaksanaan vaksinasi COVID-19 gelombang II di Gedung Gradhika Bhakti Praja, Semarang, Jawa Tengah, Senin (22/2/2021). (Foto : AntaraFoto).
Vaksinator menunjukkan vaksin COVID-19 Sinovac saat pelaksanaan vaksinasi COVID-19 gelombang II di Gedung Gradhika Bhakti Praja, Semarang, Jawa Tengah, Senin (22/2/2021). (Foto : AntaraFoto).

 Sebelumnya 
Namun netizen menyindir, program vaksi­nasi mandiri hanya ganti nama menjadi Vaksin Gotong Royong. Ujung-ujungnya, bisnis juga.

Akun Antania Sinta misalnya, menyindir vaksin sudah mulai kelihatan jadi ladang bisnis. Vaksin Mandiri menjadi Vaksin Gotong Royong, kata dia, patut dicurigai hanya ganti nama saja.

“Karena pembiayaan vaksin di pembukuan negara sudah gak ada lagi, sehingga jadi ladang bisnis,” sambung Antania Sinta.

Baca juga : Risma: Uangnya Nggak Ada, Saya Nggak Mengada-ada...

“Karena ujung-ujungnya dari vaksin mandiri jadi ladang bisnis baru setelah bisnis tes,” saut @Ngebutmaut.

Menurut Robi Hakhiardi, mandiri berarti membayar. Kata di, kalaupun karyawan gra­tis, tapi perusahaan kan tetap membayar atau membeli vaksin. “Vaksin nggak semurah chiki chuba,” katanya.

Sementara Juru Wabah meminta konsep Vaksin Gotong-Royong diubah. Dia, menilai, kebijakan Vaksin Gotong Royong potensial merusak strategi vaksinasi untuk mengendal­ikan pandemi. ”Vaksin Gotong Royong men­dorong ketidakadilan,” tandas dia.

Baca juga : Agar Sehat, Yuk Ajari Anak Terapkan PHBS

Septian Hartono menyambung. Dia bahkan mengkritik, baik kebijakan Vaksinasi Mandiri atau Gotong Royong. Kata dia, kebijakan terse­but akan mengganggu program pemerintah.

“Misalnya, suplai vaksin merek baru (Sinopharm) yang seharusnya bisa digunakan untuk mempercepat vaksinasi lansia & kelompok rentan, malah akan dijual ke swasta untuk memvaksinasi karyawannya,” katanya.

Sementara, Nakula mengatakan, Vaksin Gotong Royong atau Vaksin Mandiri adalah ide pengusaha untuk membantu pemerintah mempercepat terbentuknya herd immunty. Kata dia, pemerintah dan pengusaha sudah bergotong-royong menyiapkan vaksin.

Baca juga : Banyak Kendala Tahap Pertama, Wapres Akui Vaksinasi Lamban

“Kini giliran kita sebagai warga negara ikut menyukseskan vaksinasi nasional,” kata Nakula.

Remington Steele menyambung. Dia mengatakan, program Vaksinasi Mandiri menggunakan vaksin Sinopharm dan Moderna. Vaksin yang digunakan untuk Vaksinasi Gotong Royong harus memperoleh Izin Penggunaan Darurat (EUA) dan atau penerbitan Nomor Izin Edar (NIE) dari Badan Pengawas Obat dan Makanan (BPOM), dan sesuai dengan peraturan Undang-Undang.

Gabriel Dago menimpali. Dia mendukung Vaksinasi Mandiri. Dia bersyukur, akhirnya Vaksin Mandiri keluar dan bisa segera digunakan. Kata dia, lebih baik menggunakan Vaksin Mandiri ketimbang menunggu vaksin gratis, karena masih lama. “Hitung-hitungan bantu pemerintah. Jangan cuma merengek dan ngemis, usaha sendirilah,” kata dia. [TIF]

Update berita dan artikel RM.ID menarik lainnya di Google News

Dapatkan juga update berita pilihan dan breaking news setiap hari dari RM.id. Mari bergabung di Grup Telegram "Rakyat Merdeka News Update", caranya klik link https://t.me/officialrakyatmerdeka kemudian join. Anda harus install aplikasi Telegram terlebih dulu di ponsel.