Dark/Light Mode

Ajak Rakyat Ngutang Ke Bank

Sri Mulyani Dinyinyirin

Sabtu, 27 Maret 2021 06:35 WIB
Usai mengisi diskusi soal pemulihan ekonomi, Menteri Keuangan, Sri Mulyani kulineran di Semarang. “Soto ini khas sekali, karena pernak-perniknya yang banyak dan enak,” tulis Sri Mulyani, di akun Instagram pribadinya, @smindrawati, Jumat (26/03/2021). (Foto: Instagram)
Usai mengisi diskusi soal pemulihan ekonomi, Menteri Keuangan, Sri Mulyani kulineran di Semarang. “Soto ini khas sekali, karena pernak-perniknya yang banyak dan enak,” tulis Sri Mulyani, di akun Instagram pribadinya, @smindrawati, Jumat (26/03/2021). (Foto: Instagram)

 Sebelumnya 
Didu juga menganggap imbauan Sri Mulyani sangat bertentangan dengan filosofi maupun pesan yang disampakan orang tua dulu: menabung pangkal kaya. “Dulu, imbauan anak-anak agar rajin menabung. Sekarang imbauannya agar rajin ngutang,” cecarnya.

@Widanta3 juga menyentil Sri Mulyani. “Kemarin nyuruh beli mobil, sekarang nyuruh utang bank. Ini Menkeu atau marketing dealer? Atau marketing bank?” sindirnya. “Kasihan rakyat disuruh ngutang. Jangan samakan dengan negara yang suka berutang. Nanti kalo rakyat terjerat utang bagaimana? Apalagi utangnya berbunga, riba tuh. Mari kita cari solusi yang barokah dunia akhirat,” samber @Tomhen2.

Baca juga : Biar Makin Kuat, Kadin Dorong Perusahaan Tech Startup Melantai Di Bursa

Ada juga yang menyebut Sri Mulyani jagonya utang. “Utang lagi, utang lagi yang dibahas sama Ibu Menkeu. Bukannya kasih solusi bagaimana cara bayar utang,” keluh @Zulfa69685456. “Kan Menkeu sekarang pakar utang. Jadi ilmunya sekitar utang, dan utang, lalu utang lagi dibagiin. Nggak mikir gimana bayarnya,” seloroh @yaningwaylve.

Anggota Komisi XI DPR, Anis Byarwati ikut mengomentari ajakan Sri Mulyani. Menurut dia, berutang bukanlah solusi yang diharapkan rakyat. Seharusnya, pemerintah memaksimalkan ekonomi dalam negeri, melalui konsumsi rumah tangga.

Baca juga : PP Aisyiyah Ajak Masyarakat Perhatikan Kecukupan Gizi Milenial

Pemerintah juga harus mendorong industri manufaktur yang banyak menyerap tenaga kerja dan meningkatkan pendapatan. Lagipula, belanja pemerintah belum maksimal. “Ketika tingkat konsumsi turun dan investasi rendah, seharusnya belanja pemerintah dioptimalkan untuk memulihkan ekonomi nasional,” sarannya, saat dihubungi Rakyat Merdeka, tadi malam.

Politisi PKS ini pun meminta kepada pemerintah fokus pada pencapaian target ekonomi dan pembangunan yang ditetapkan dalam Rancangan Pembangunan Jangka Menengah Nasional (RPJMN) 2020-2024 agar tidak gagal seperti sebelumnya. Sebab itu, diperlukan kerja keras. Bukan imbauan yang justru tidak solutif.

Baca juga : Risma Disanjung DPR

Ekonom Indef, Bhima Yudhistira menilai, persoalannya pada bank, bukan debiturnya. Saat ini, bank cenderung menahan memberikan kredit, dengan mempertimbangkan ekonomi yang belum pulih. Selain itu, bank juga menghadapi masalah penurunan suku bunga yang lambat.

Menurut Bhima, kalau pelaku usaha diminta ngutang, harusnya ada kebijakan agar bunga bank makin cepat turunnya. “Bank Himbara harus lead dorong kredit baru. Kemudian transparansi suku bunga kredit harus segera dibuka. BI dan pemerintah saling dorong efisiensi bank agar transmisi bunga kreditnya lebih cepat,” terangnya. [MEN]

Update berita dan artikel RM.ID menarik lainnya di Google News

Dapatkan juga update berita pilihan dan breaking news setiap hari dari RM.id. Mari bergabung di Grup Telegram "Rakyat Merdeka News Update", caranya klik link https://t.me/officialrakyatmerdeka kemudian join. Anda harus install aplikasi Telegram terlebih dulu di ponsel.