Dark/Light Mode

PPKM Moncer Tuh...

Kendalikan Pandemi

Sabtu, 27 Maret 2021 06:39 WIB
Menteri Koordinator Bidang Perekonomian Airlangga Hartarto. (Foto : Sumber setkab.go.id)
Menteri Koordinator Bidang Perekonomian Airlangga Hartarto. (Foto : Sumber setkab.go.id)

RM.id  Rakyat Merdeka - Penanganan Covid-19 di Tanah Air terus membaik. Seluruh indikator pengendalian Covid-19 sudah menunjukkan perkembangan positif dalam sebulan terakhir. Kasus aktif dan angka kesembuhan di Indonesia, lebih baik dari rata-rata dunia. Keren.

Menteri Koordinator Bidang Perekonomian Airlangga Hartarto mengungkapkan, perkembangan pengendalian Covid-19 ini kian membaik sejak kebijakan Pemberlakukan Pembatasan Kegiatan Masyarakat (PPKM) Mikro dan program vaksinasi untuk tenaga kesehatan, lansia, dan pelayanan publik, dilakukan.

Airlangga merinci, per 25 Maret 2021 total akumulatif ka­sus konfirmasi positif Covid-19 berjumlah 1.482.559 orang dan positivity rate harian nasional 11,49 persen.

Baca juga : Yang Sudah Divaksin Lengkap Masih Bisa Kena Corona Lho...

Kemudian, kasus aktif na­sional 8,45 persen. “Angka itu lebih baik dari dunia yang men­capai 17,06 persen,” ujarnya, kemarin.

Kemudian case fatality rate (CFR) atau tingkat kematian nasional sebesar 2,70 persen. Sementara recovery rate (RR) atau angka kesembuhan nasional 88,85 persen, di atas angka dunia yang hanya 80,74 persen.

“Penurunan kurva kasus aktif nasional, baik secara jumlah maupun persentasenya, dan peningkatan tingkat kesembuhan, merupakan pengaruh positif dari pelaksanaan PPKM Mikro dalam 10 pekan,” tutur Ketua Umum Partai Golkar ini.

Baca juga : Pekerja Produktif Lagi Dengan Vaksin Covid-19

Dalam perpanjangan PPKM Mikro periode 23 Maret s.d. 5 April 2021, jumlah provinsi yang menerapkan aturan terse­but bertambah menjadi 5. Yakni Kalimantan Selatan, Kalimantan Tengah, Sulawesi Utara, Nusa Tenggara Timur, dan Nusa Tenggara Barat.

Ke depannya, PPKM Mikro akan terus ditingkatkan. Sesuai arahan Presiden Jokowi, kriterianya akan diperketat lagi, dan akan terus ditambahkan kewilayahannya.

“Setelah 5 April, akan ditam­bahkan 5 provinsi lagi berdasar­kan data-data yang ada,” beber Airlangga.

Baca juga : Vaksin Sinovac Tahap Ketujuh Amankan Stok

Terpisah, Dewan Pakar Ikatan Ahli Kesehatan Masyarakat Indonesia (IAKMI), Hermawan Saputra mengatakan, meski angka kesembuhan mening­kat, tapi angka kematian juga meningkat.

Data Satuan Tugas (Satgas) Penanganan Covid-19 menun­jukkan adanya kenaikan angka kematian di 16 provinsi pada minggu terakhir.

Hermawan meminta hal itu diperhatikan secara serius. Pemerintah disarankan meningkatkan 3T, yakni testing, tracing, dan treatment. “Cepat dirawat setelah ditemukan di-tracing dan ditangani sehingga menghindari kematian,” ujarnya, kemarin. [DIR]

Update berita dan artikel RM.ID menarik lainnya di Google News

Dapatkan juga update berita pilihan dan breaking news setiap hari dari RM.id. Mari bergabung di Grup Telegram "Rakyat Merdeka News Update", caranya klik link https://t.me/officialrakyatmerdeka kemudian join. Anda harus install aplikasi Telegram terlebih dulu di ponsel.