Dark/Light Mode

Warga Rame-rame Liburan

Satgas Covid Cemas

Minggu, 4 April 2021 07:20 WIB
Kepala Bidang Penanganan Kesehatan Satgas Covid-19, Alexander K Ginting. (Foto: Humas BNPB)
Kepala Bidang Penanganan Kesehatan Satgas Covid-19, Alexander K Ginting. (Foto: Humas BNPB)

RM.id  Rakyat Merdeka - Meskipun cuma 3 hari, mobilitas warga saat libur Paskah ini, cukup tinggi. Jalan tol, stasiun hingga bandara, dipenuhi warga yang rame-rame ingin pergi liburan ke luar kota. Kejadian ini bikin Satgas Covid-19 cemas. Corona yang sudah mulai turun, dikhawatirkan naik lagi pasca liburan.

Sejak Kamis (1/4) malam, PT Jasa Marga mencatat ada sekitar 351.256 kendaraan yang meninggalkan Jakarta. Para pelancong lokal ini melewati beberapa gerbang tol barier/utama, yaitu GT Cikupa (arah Barat), GT Ciawi (arah Selatan), GT Cikampek Utama, dan GT Kalihurip Utama (arah Timur). Angka ini naik 25,16 persen dibandingkan hari-hari biasa.

Warga yang berpergian dengan kereta api juga tidak kalah banyak. Berdasarkan data Daops 1 Jakarta, jumlah penumpang yang berangkat dari Stasiun Gambir dan Senen pada 2-3 April mencapai 14.020 orang. Sedangkan penumpang yang tiba, pada periode yang sama sebanyak 10.291 orang.

Baca juga : 44 Warga Sleman Positif Covid Dari Klaster Takziah

Di bandara, lonjakan penumpang yang ke luar kota, juga meningkat. Berdasarkan data Angkasa Pura (AP I), trafik penumpang di 15 bandara yang mereka kelola, tembus 105.612 orang, pada Kamis (1/4). Angka tersebut lebih tinggi 39,8 persen dibanding trafik rata-rata harian pada Maret 2021 lalu yang hanya 75.522 penumpang per hari.

Kepala Bidang Penanganan Kesehatan Satgas Covid-19, Alexander K Ginting sampai geleng-geleng kepala melihat tingginya mobilitas warga saat libur Paskah ini. Dia khawatir, mobilitas serentak dalam waktu tertentu, akan mengakibatkan kerumunan, pelonggaran protokol kesehatan, dan saling menularkan. Hasilnya, kenaikan kasus tidak bisa dihindarkan.

Menurutnya, setiap libur panjang, kasus harian pasti melonjak. Contohnya libur Idul Fitri 22-25 Mei 2020,

Baca juga : Piala Menpora, Pemain Persib Jalani Vaksinasi Covid

kenaikan kasus mencapai 68-93 persen, dan angka kematian tumbuh 28-66 persen. Begitu juga saat libur kemerdekaan 20-23 Agustus, kasus harian naik 60-100 persen.

Lonjakan kasus juga terjadi pasca libur Maulid Nabi 28 Oktober-1 November. Puncaknya, saat libur Natal dan Tahun baru, yakni 24 Desember 2020-3 Januari 2021, kenaikan kasus tembus 78 persen, dan kematiannya naik 50 persen.

“Tentu membuat khawatir terjadi lonjakan. Karena mobilitas, kerumunan. Maka nantinya, ada masa inkubasi 2 minggu, nanti 2 minggu berikutnya sakit semua. Akhirnya, naik lagi. Padahal ini sudah melandai,” papar Alexander kepada Rakyat Merdeka, kemarin.

Baca juga : Madura, Penyangga Utama Kebutuhan Migas Jatim

Yang lebih mengkhawatirkan lagi, kata dia, penularan virus dari strain baru. Karena mutasi virus Corona terbukti lebih cepat menular. Dampaknya, yang terinfeksi banyak, dan beban rumah sakit bertambah.

“Jangan sampai strain baru jadi penumpang gelap di kelompok yang berlibur. Tahun 2020 itu belum ada strain baru. Kalau sampai terjadi, ini akan menjadi second wave atau third wave yang membuat kita sulit nantinya,” tegasnya.
 Selanjutnya 

Update berita dan artikel RM.ID menarik lainnya di Google News

Dapatkan juga update berita pilihan dan breaking news setiap hari dari RM.id. Mari bergabung di Grup Telegram "Rakyat Merdeka News Update", caranya klik link https://t.me/officialrakyatmerdeka kemudian join. Anda harus install aplikasi Telegram terlebih dulu di ponsel.