Dark/Light Mode

Warga Rame-rame Liburan

Satgas Covid Cemas

Minggu, 4 April 2021 07:20 WIB
Kepala Bidang Penanganan Kesehatan Satgas Covid-19, Alexander K Ginting. (Foto: Humas BNPB)
Kepala Bidang Penanganan Kesehatan Satgas Covid-19, Alexander K Ginting. (Foto: Humas BNPB)

 Sebelumnya 
Juru Bicara Pemerintah untuk Penanganan Covid-19, Wiku Adisasmito menuturkan, sejak Januari hingga Maret 2021, kasus harian Corona terus menurun. Bahkan Wiku membantah, penurunan kasus positif itu karena rendahnya testing.

“Artinya, penularan Covid-19 yang saat ini cukup rendah, disebabkan menurunnya laju penularan dan bukan karena upaya penjaringan kasusnya (testing) yang rendah,” ujar Wiku.

Wiku mengingatkan, perkembangan ini menjadi kabar baik. Sebab, di tengah badai peningkatan kasus yang terjadi di dunia, Indonesia malah mampu bertahan selama dua bulan terakhir dengan jumlah kasus yang tidak meningkat.

Baca juga : 44 Warga Sleman Positif Covid Dari Klaster Takziah

Namun, Indonesia dalam waktu dekat akan mengahadapi dua tantangan, yakni libur Paskah dan Idul Fitri. Menurut dia, satu-satunya cara untuk menjawab tantangan ini dengan tidak bepergian dan berkumpul.

“Mari kita jaga hasil kerja keras ini dengan tidak terlena, malah sebaliknya menguatkan tekad kita bersama untuk disiplin menjalankan protokol kesehatan 3M maupun menjalankan 3T dan vaksinasi semaksimal mungkin,” ucap dia.

Wiku jiga mengingatkan, mutasi virus Corona varian E484K lebih cepat menular dibandingkan varian-varian sebelumnya, seperti B117. “Varian E484K merupakan hasil mutasi dari varian B117. Mutasi E484K yang terjadi pada protein spike adalah mutasi yang sama seperti yang ditemukan pada varian Afrika Selatan maupun Brasil. Dan berdasarkan penelitian, varian ini lebih cepat menular,” ujarnya.

Baca juga : Piala Menpora, Pemain Persib Jalani Vaksinasi Covid

Epidemiolog Griffith University Australia, Dicky Budiman mengatakan, pekerjaan rumah (PR) saat ini adalah mengedukasi masyarakat tentang pentinya 5M. Memang, diakuinya, tantangan ini jauh lebih berat karena akan memasuki tahun kedua.

Ada dua faktor yang menyebabkan tantangannya semakin menantang: pandemi belum terkendali dan kejenuhan masyarakat. Kata Dicky, liburan saat ini merupakan contoh kecil potensi yang akan dihadapi saat Lebaran.

“Dampaknya akan infeksi, jelas itu. Lonjakan kasus. Yang menjadi keprihatinan, kita belum bisa mendeteksi sebagian besar kasus. Kenaikan harian belum terlihat. Karena deteksi kita masih terbatas. Hukum biologi berlaku, tidak pilih-pilih,” cetusnya.

Baca juga : Madura, Penyangga Utama Kebutuhan Migas Jatim

Untuk mencegah terjadinya lonjakan kasus baru, Dicky berharap, masyarakat yang habis berlibur untuk karantina diri, setidaknya 7 hari. Kemudian pada hari 3-5, memeriksakan diri menggunakan swab antigen atau PCR. Setelah itu lapor ke Puskemas untuk pendataan, dan tindak lanjut. [MEN]

Update berita dan artikel RM.ID menarik lainnya di Google News

Dapatkan juga update berita pilihan dan breaking news setiap hari dari RM.id. Mari bergabung di Grup Telegram "Rakyat Merdeka News Update", caranya klik link https://t.me/officialrakyatmerdeka kemudian join. Anda harus install aplikasi Telegram terlebih dulu di ponsel.