Dark/Light Mode
BREAKINGNEWS
Varian E484K Ditemukan Di Jakarta
Tetap Tenang, Itu Lebih Baik Gampang Parno, Tak Baik
Rabu, 7 April 2021 05:33 WIB
RM.id Rakyat Merdeka - Varian baru Virus Corona, E484K alias “Eek” teridentifikasi masuk Indonesia. Eek merupakan hasil mutasi varian B117. Lebih cepat menular dari sebelumnya.
Koordinator Tim Pakar dan Juru Bicara Pemerintah untuk Penanganan Covid-19 Wiku Adisasmito menjelaskan, varian E484K merupakan hasil mutasi dari varian B117. Mutasi E484K yang terjadi pada protein spike adalah mutasi yang sama pada varian Afrika Selatan maupun Brazil.
“Berdasarkan penelitian, varian ini (E484K) lebih cepat menular,” ujar Wiku dalam media briefing, Kamis (1/4).
Baca juga : Pemerintah Kebut Vaksinasi Covid-19 Bagi Nakes Dan Lansia
Ketua Dewan Guru Besar Fakultas Kesehatan Masyarakat Universitas Indonesia (FKMUI) ini meminta masyarakat tetap mematuhi protokol kesehatan (prokes).
Disiplin prokes dalam setiap aktivitas merupakan upaya untuk mencegah terjadinya penularan virus asal Wuhan, China ini.
Wiku menambahkan, pemerintah juga terus meningkatkan surveilans whole genome sequencing untuk memetakan varian Covid-19 yang masuk di Indonesia. Kebijakan tersebut paralel dengan kebijakan mempertahankan proses screening saat WNI dan WNA masuk ke Indonesia.
Baca juga : Tidak Semua KIPI Disebabkan Vaksin
Direktur Pencegahan dan Pengendalian Penyakit Menular Langsung (P2PML) Kementerian Kesehatan (Kemenkes) Siti Nadia Tarmizi menambahkan, mutasi virus SARS-CoV-2 varian E484K alias Eek teridentifikasi di Indonesia.
Namun, Nadia menyebut varian virus asal Jepang itu bukan berasal dari penularan warga Indonesia yang habis bepergian keluar negeri. Saat ini, kata dia, penyintas yang terkonfirmasi positif terpapar Eek itu sudah sehat.
“Ini kasus (penularan) lokal. Kemenkes terus pantau” katanya di Jakarta.
Baca juga : Tak Perlu Dikhawatirkan, Tapi Harus Diwaspadai
Nadia menjelaskan, sampel varian Eek berasal dari warga DKI Jakarta yang spesimennya telah diuji menggunakan metode pencarian strain baru virus, Whole Genome Sequence (WGS) pada Februari 2021.
“Kita ketahui vaksin dan protokol kesehatan merupakan cara yang masih sangat efektif untuk mengendalikan penularan mutasi Covid-19,” tandas Nadia.
Selanjutnya
Update berita dan artikel RM.ID menarik lainnya di Google News
Dapatkan juga update berita pilihan dan breaking news setiap hari dari RM.id. Mari bergabung di Grup Telegram "Rakyat Merdeka News Update", caranya klik link https://t.me/officialrakyatmerdeka kemudian join. Anda harus install aplikasi Telegram terlebih dulu di ponsel.
Tags :
Berita Lainnya