Dark/Light Mode
BREAKINGNEWS
KPK Lakukan Penyelidikan, Kantor PDAM Giri Tirta Gresik Digeledah
Rabu, 7 April 2021 23:57 WIB
RM.id Rakyat Merdeka - Komisi Pemberantasan Korupsi (KPK) tengah melakukan kegiatan penyelidikan di Kabupaten Gresik, Jawa Timur.
Hari ini, tim penyelidik komisi antirasuah melakukan penggeledahan kantor Kantor PDAM Giri Tirta Gresik, yang terletak di Jalan Permata Raya Perum Bunder Asri Kebomas, Gresik.
"Berdasarkan informasi yang kami terima, benar beberapa hari ini ada kegiatan KPK berupa permintaan keterangan sejumlah pihak oleh penyelidik KPK di wilayah Jawa Timur," ujar Plt Jubir KPK Ali Fikri lewat pesan singkat, Rabu (7/4) malam.
Meski demikian, Ali masih enggan membeberkan lebih jauh detil kasus yang tengah diselidiki komisi antirasuah.
"Karena masih tahap penyelidikan, maka kami tidak bisa sampaikan informasi lebih jauh kegiatan dimaksud," tuturnya. Dia berjanji akan menyampaikan perkembangan hasil kegiatan tersebut.
Dari informasi yang dihimpun, pemeriksaan dan penggeledahan yang dilakukan KPK terkait dugaan kasus korupsi proyek kerja sama investasi antara PDAM Giri Tirta Gresik dengan PT Dewata Bangun Tirta (DBT) dan PT Drupadi Agung Lestari (DAL) pada tahun 2012.
Investasi tersebut bernilai Rp 133 miliar. Dengan PT DBT, PDAM Gresik membangun proyek instalasi pengolahan air di Desa Legundi, Driyorejo senilai Rp 47 miliar dengan waktu kerja sama selama 25 tahun.
Sementara proyek dengan PT DAL membangun Rehabilitation Operating Transfer (ROT) di Desa Krikilan, Kecamatan Driyorejo, senilai Rp 86 miliar dengan waktu kerja sama selama 25 tahun.
Direktur Utama (Dirut? Perusahaan Umum Daerah (Perumda) Giri Tirta, Siti Aminatus Zariah mengatakan, petugas KPK datang mulai pukul 09.00 WIB dan baru keluar sekitar pukul 19.30 WIB. Namun, dia mengaku tidak mengetahui kasus apa yang tengah ditangani KPK tersebut.
Baca juga : Diduga Lakukan Penipuan, Dua Bos Sinarmas Dilaporin Ke Bareskrim
Risa menyebut, petugas datang untuk memeriksa tiga pegawai PT Dewata di ruang pengawasan. Apa materi pemeriksaannya, dia mengaku tak tahu. Risa pun membantah kantornya digeledah.
"Tidak ada penggeledahan, tidak ada OTT. Ada yang dimintai keterangan ditempatkan di sini, kebetulan minta tempat ya," tandasnya. [OKT]
Update berita dan artikel RM.ID menarik lainnya di Google News
Dapatkan juga update berita pilihan dan breaking news setiap hari dari RM.id. Mari bergabung di Grup Telegram "Rakyat Merdeka News Update", caranya klik link https://t.me/officialrakyatmerdeka kemudian join. Anda harus install aplikasi Telegram terlebih dulu di ponsel.
Tags :
Berita Lainnya