Dark/Light Mode
BREAKINGNEWS
- Perbaikan Selesai, Kondisi Jalan Lenteng Agung Sudah Normal dan Bisa Dilewati
- Persib Mulai Susun Persiapan Hadapi Musim 2026/2027
- OTT Pejabat Imigrasi Jakbar, KPK Sita Mobil, Valas, Hingga Emas
- Erling Haaland Bisa Bawa Norwegia Bersaing di Piala Dunia 2026
- Davide Ancelotti Latih Lille, Calvin Verdonk Hadapi Tantangan Baru
RM.id Rakyat Merdeka - Beragam gebrakan dilakukan Jenderal Listyo Sigit Prabowo setelah jadi Kapolri. Terbaru, kemarin, dia meluncurkan dua program keren. Pertama, meluncurkan aplikasi SINAR alias SIM Nasional Presisi. Lewat aplikasi ini, masyarakat yang ingin memperpanjang SIM bisa lewat online. Bayarnya juga langsung ke bank. Lewat aplikasi ini, maka rumor-rumor ada pungli saat pembuatan SIM, bisa terkikis. Kedua, meluncurkan aplikasi Propam Presisi. Aplikasi ini bisa dipakai masyarakat untuk mengadukan secara langsung jika ada oknum Polisi yang nakal. Dengan cepat, mudah dan transparan, masyarakat bisa mengakses aplikasi ini.
Terkait peluncuran program kedua, Kapolri mengingatkan anak buahnya, bukan saatnya lagi menutupi kekurangan dan kesalahan di internal. Dia ingin, kalau ada oknum yang melakukan kesalahan harus ditindak.
Tak hanya membuka aplikasi canggih itu bagi pengaduan masyarakat, Kapolri juga mengaku membuka akses nomor WhatsApp-nya sendiri ke warga masyarakat. Dan, hebatnya juga, Kapolri masih rajin membaca berbagai laporan dan pengaduan masyarakat di HP-nya itu. Dibaca sendiri, bukan dilaporkan bawahan. Atas sikapnya ini, Kapolri mendapat pujian dari masyarakat, baik di dunia maya, maupun di dunia nyata.
Baca juga : Kapolri Saja Masih Terima Aduan Masyarakat Via WA, Kapolda Dan Kapolres Tolong Contoh Ya
Pengakuan Kapolri suka membaca berbagai aduan masyarakat itu diungkapkan saat memberikan sambutan dalam peluncuran aplikasi Propam Presisi sekaligus membuat Rapat Kerja Teknis (Rakernis) Profesi dan Pengamanan (Propam) Polri di Gedung Rupatama, Mabes Polri, Jakarta Selatan, kemarin.
Dalam sambutannya itu, eks Kabareskrim Polri ini meminta kepada seluruh jajarannya untuk bersikap sigap. Setiap laporan yang datang dari masyarakat harus direspon dengan cepat. Kalau ini bisa dilakukan, Sigit optimis, institusi Polri makin dicintai oleh rakyat.
Sigit lantas memberikan contoh bagaimana ia masih menerima pengaduan masyarakat yang dikirim langsung lewat WA miliknya. Kata dia, isi pengaduannya itu macam-macam. Ada soal keterlambatan penanganan perkara, mafia tanah, atau ketidaknetralan anggota.
Baca juga : Sehari 12 Kali Bercinta, Masa Sih?
Banyak juga pengaduan itu dari orang yang tidak ia kenal. Pengaduan tersebut kadang ia balas langsung. Kadang, ia baca lalu diteruskan ke satuan kerja terkait untuk segera ditindaklanjuti. “Sampai sekarang itu masih saya lakukan,” kata Sigit.
Apa yang dilakukannya itu, lanjut Sigit, harus bisa dicontoh juga oleh para anak buahnya. Ia berpesan kepada pimpinan kepolisian wilayah untuk meningkatkan layanan dan merespons dengan baik pengaduan yang disampaikan masyarakat.
“Kalau saya yang jadi Kapolri masih mau menerima dan membaca pengaduan-pengaduan tersebut, saya nggak bisa bayangkan kalau seorang Kasatker, seorang Kapolda, Kapolres, rekan-rekan yang dinas di Propam tidak mau membaca,” kata Listyo.
Baca juga : Polri Sekat 333 Titik
Jenderal bintang empat ini pun menegaskan kepada jajarannya yang mendapat pesan yang ia teruskan untuk segera membuat rencana aksi. “Harus ada langkah sehingga pengaduan tersebut bisa dituntaskan,” ujarnya.
Selanjutnya
Update berita dan artikel RM.ID menarik lainnya di Google News
Dapatkan juga update berita pilihan dan breaking news setiap hari dari RM.id. Mari bergabung di Grup Telegram "Rakyat Merdeka News Update", caranya klik link https://t.me/officialrakyatmerdeka kemudian join. Anda harus install aplikasi Telegram terlebih dulu di ponsel.
Tags :
Berita Lainnya