Dark/Light Mode

Setahun Nggak Sarapan Nasi

Mega Dipuji Dan Dicandai

Rabu, 24 Maret 2021 07:21 WIB
Menu sarapan Ketua Umum PDIP Megawati Soekarnoputri (Foto: Dok. PDIP)
Menu sarapan Ketua Umum PDIP Megawati Soekarnoputri (Foto: Dok. PDIP)

RM.id  Rakyat Merdeka - Megawati Soekarnoputri sedang menjalani pola hidup sehat. Sejak setahun lalu, Ketua Umum PDIP itu mengganti menu sarapan sehari-harinya dari nasi ke sumber karbohidrat lain.

Kebiasaan baru Mega tak makan nasi ini “dibocorkan” akun Twitter @PDI_Perjuangan, kemarin. Akun tersebut mengunggah foto menu sarapan Mega, yang berisi jagung dan pisang rebus, plus lumpia organik. 

“Ibu Megawati Soekarnoputri diam-diam mengurangi konsumsi beras. Sarapan pagi dengan pisang dan jagung,” demikian keterangan dalam foto tersebut.

Berita Terkait : Jokowi Resmikan SPAM Umbulan Di Jatim

Total, ada delapan cuitan soal menu sarapan Mega ini. Di dalamnya, ada kutipan ucapan Mega, kutipan ucapan Sekjen PDIP Hasto Kristiyanto

“Tidak hanya dalam politik, dalam urusan gerakan menanam tanaman pendamping beras pun, Ibu Mega sangat konsisten. Sejak satu tahun yang lalu, Ibu Mega ternyata telah mengubah menu makanan beliau dengan mengurangi nasi dan menggantinya dengan jagung, pisang, umbi, talas, sukun, dan lain-lain,” demikian kutipan pernyataan Hasto, dalam cuitan tersebut.

Dalam cuitan berikutnya disebutkan, Mega mengharapkan makanan lokal bisa semakin dinikmati masyarakat. 

Berita Terkait : Pemerintah Mau Ubah Lapangan Golf Kemayoran Jadi Hutan Kota, PDIP Oke

Tak lupa, Mega juga menyisipkan kritik mengenai rencana pemerintah mengimpor 1 juta ton beras. Di dalam cuitan terakhir disebutkan, yang dilakukan Mega dengan gerakan menanam tanaman pendamping beras tidak lain agar Indonesia tidak perlu impor beras. “Jalan berdikari dalam pangan harus dibangun dengan penuh percaya diri,” demikian kutipannya.

Selain lewat cuitan, kebiasaan Mega tak makan nasi ini juga disebarkan Hasto melalui keterangan tertulisnya ke wartawan, kemarin. Dia memuji Mega yang sangat mengedepankan politik swasembada pangan. Lalu dia menyindir sikap Menteri Perdagangan, Muhammad Luthfi yang belum juga membatalkan rencana impor beras, meski sudah banyak dikritik. 

“Mestinya, Menteri Perdagangan itu membuat gebrakan agar Indonesia mampu melakukan ekspor. Bukan malah membuka keran impor,” ucapnya.

Berita Terkait : Cek Kesiapan Layanan, Risma Kunjungi 3 UPT Di Bandung

Hasto juga melaporkan ke Mega terkait pertemuannya dengan aktivis lingkungan sekaligus peraih Kalpataru Babeh Idin pada kegiatan penghijauan, Minggu (21/3), ketika diberi kesempatan menanam Porang. Secara spontan, kata Hasto, Megawati mengeluarkan stok makanan Jepang berupa beras Shirataki. 

“Ini beras Shirataki dari Jepang. Sengaja saya minta dibeli karena ini dari Porang. Kamu kirim gambar ini ke Pak Pratik (Mensesneg) dan minta UGM (Universitas Gadjah Mada), IPB (Institut Pertanian Bogor), dan perguruan tinggi lainnya, melakukan riset untuk membuat produk olahan dari makanan lokal seperti bagaimana mengolah porang dan lain-lain," tulis Hasto, menirukan ucapan Mega. 
 Selanjutnya