Dark/Light Mode
BREAKINGNEWS
- Perbaikan Selesai, Kondisi Jalan Lenteng Agung Sudah Normal dan Bisa Dilewati
- Persib Mulai Susun Persiapan Hadapi Musim 2026/2027
- OTT Pejabat Imigrasi Jakbar, KPK Sita Mobil, Valas, Hingga Emas
- Erling Haaland Bisa Bawa Norwegia Bersaing di Piala Dunia 2026
- Davide Ancelotti Latih Lille, Calvin Verdonk Hadapi Tantangan Baru
Covid-19 Belum Kelar
Disiplin Prokes Warga Ibu Kota Kok Kendor Nih
Sabtu, 17 April 2021 08:16 WIB
RM.id Rakyat Merdeka - Penurunan kasus Covid-19 di Jakarta, diikuti penurunan disiplin menerapkan protokol kesehatan warganya. Padahal, virus Corona masih ada.
Ketua Bidang Perubahan Perilaku Satgas Penanganan Covid-19 Sonny B. Harmadi mengungkapkan, pekan sebelumnya, tingkat kepatuhan warga DKI terhadap protokol kesehatan mencapai 85 persen. Namun pekan ini, menurun menjadi 80-81 persen. “Ada penurunan sedikit,” ujarnya, di Jakarta, kemarin.
Sonny mengingatkan, meski terjadi penurunan kasus penularan harian Covid-19, tapi itu bukan pertanda virus yang pertama kali terdeteksi di Wuhan, China itu sudah enyah. Ibu Kota yang menjadi salah satu wilayah penyumbang Covid-19 terbesar, mestinya bisa meningkatkan disiplin protokol kesehatan untuk menekan virus.
Baca juga : Supaya Indonesia Kembali Pulih, Ayo Dukung Vaksinasi Covid-19...
Selain mengimbau masyarakat, dia juga meminta para petugas untuk menindaklanjuti penurunan kepatuhan tersebut. Soalnya, bukan tidak mungkin, tingkat kedisiplinan ini bakal kian merosot. “Kami ingatkan Satgas Daerah, Dinkes, BPBD agar bisa memperhatikan perubahan perilaku di masyarakat,” imbau Sonny.
Dia mengatakan, penurunan kasus selama ini, merupakan hasil kepatuhan masyarakat menerapkan protokol kesehatan. Jika dilihat secara nasional, dari jumlah tes Covid-19 sudah cukup bagus, dengan capaian 1 persen penduduk dalam 1 minggu.
Selain itu, positivity rate juga turun dari 25-27 persen menjadi 11-14 persen. Kasus aktif juga turun. Dari 176 ribu pada Februari lalu, menjadi 108 ribu pada pekan ini. Tapi dia mengingatkan, Indonesia masih dalam pandemi. Apalagi di tengah dunia yang sedang mengalami gelombang ketiga.
Baca juga : Ayo, Ikuti Aturan Pemerintah Dong...
“Ini menunjukkan, setelah kinerja membaik dan mengalami puncak gelombang baru, tidak ada negara yang mampu mengendalikan virus ini sepenuhnya. Kita harus hati-hati, jangan sampai kendor dan lengah,” tegas Sonny.
Terpisah, Kepala Dinas Kesehatan DKI Jakarta Widyastuti mengungkapkan, dalam dua pekan terakhir kasus harian di Ibu Kota mulai kembali naik. Dikhawatirkan, angkanya terus bergerak naik, jika masyarakat tidak segera meningkatkan kepatuhan terhadap penerapan protokol kesehatan.
“Kasus harian kita sekarang naik 200-an per hari, ini khawatir angkanya bergerak terus,” ungkap Widyastuti.
Baca juga : Kepala Daerah Kudu Jadi Teladan Prokes
Dinkes DKI Jakarta berupaya mempertahankan penurunan kasus dengan memastikan testing dan tracing tetap tinggi. Dalam sepekan sudah dilakukan tes lebih dari 68 ribu. Jumlah tes itu, juga mengalami penurunan. “Kita pernah testing sampai 90.000 dan kapasitas laboratorium kita mampu lebih dari 100.000,” bebernya.
Widyastuti berpesan agar warga tetap berhati-hati. Jangan mudah senang dan puas ketika mendapat hasil tes negatif. Hal ini bisa membuat siapa saja lengah dan menjadi tertular, atau malah menularkan. [JAR]
Update berita dan artikel RM.ID menarik lainnya di Google News
Dapatkan juga update berita pilihan dan breaking news setiap hari dari RM.id. Mari bergabung di Grup Telegram "Rakyat Merdeka News Update", caranya klik link https://t.me/officialrakyatmerdeka kemudian join. Anda harus install aplikasi Telegram terlebih dulu di ponsel.
Tags :
Berita Lainnya