Dark/Light Mode
BREAKINGNEWS
Evakuasi Kapal Selam Nanggala-402
Oksigen Tersisa 1x24 Jam, Mukjizat, Datanglah Segera
Jumat, 23 April 2021 07:45 WIB
RM.id Rakyat Merdeka - Pencarian Kapal Selam KRI Nanggala-402 yang hilang kontak sejak Rabu (21/4) pagi, belum membuahkan hasil.
Sampai tadi malam, pukul 24.00 WIB, posisi kapal ini, belum terlacak. Sementara, cadangan oksigen di kapal buatan Jerman ini, hanya cukup untuk 72 jam atau 3 hari. Sisa kurang dari 1x24 jam lagi. Semoga mukjizat segera datang, sehingga 53 personel yang ada di kapal tersebut, bisa diselamatkan.
TNI dan Polri telah mengerahkan seluruh kekuatan untuk medeteksi keberadaan KRI Nanggala-402 yang diduga hilang di perairan utara Bali. KRI Rigel dan KRI Soeharso sudah diturunkan. Selain dua armada kapal, 5 KRI dan 1 helikopter bersama 400 perseonel, dilibatkan dalam pencarian ini.
Baca juga : Pencarian Kapal Selam Nanggala-402 Belum Membuahkan Hasil
Berbagai sinyal yang diduga mengarah ke keberadaan kapal sudah dicek, tapi hasilnya tetap nihil. Negara tetangga seperti Australia, Singapura, Malaysia, dan India siap membantu mencari keberadaan kapal ini.
Kemarin, Menteri Pertahanan (Menhan) Prabowo Subianto, Panglima TNI Marsekal Hadi Tjahjanto, KSAL Laksamana Yudo Margono dan Kapolri Jenderal Listyo Sigit Prabowo, terjun langsung ke Bali mengecek proses evakuasi kapal selam ini. Kemudian, menggelar jumpa pers di Base Ops Lanud I Gusti Ngurah Rai, Badung, Bali.
Prabowo optimis kapal selam yang berumur 42 tahun ini, bisa segera ditemukan. Sejauh ini, ia melihat usaha pencarian sudah dilakukan secara intensif.
Baca juga : Jokowi Minta Pencarian Kapal Selam Nanggala 402 Dioptimalkan
“Saya yakin, seluruh bangsa pikirannya agar anak-anak kita bisa kita selamatkan secepat mungkin,” kata Prabowo.
Sikap optimis juga disampaikan Hadi Tjahjanto. Panglima bilang, pasukannya sudah dikerahkan untuk melakukan pencarian. KRI Spica dan seluruh kapal TNI yang memiliki kemampuan deteksi di bawah permukaan air, sudah diterjunkan untuk mencari KRI Nanggala-402.
Selain dari TNI, pihaknya juga dibantu instansi lain seperti Polri, KNKT, BNPB dan Basarnas. “Termasuk bantuan datang dari Singapura, Malaysia dan Australia,” ucapnya, lalu mempersilakan KSAL Laksamana Yudo memberikan penjelasan lebih rinci.
Baca juga : Malaysia Berangkatkan Kapal Penyelamat MV Mega Bakti, Dengan 54 Kru
Laksamana Yudo secara detil mengurai detik-detik kronologi hilangnya KRI Nanggala-402. Ia mengatakan, musibah tersebut terjadi saat latihan penembakan torpedo.
Selanjutnya
Update berita dan artikel RM.ID menarik lainnya di Google News
Dapatkan juga update berita pilihan dan breaking news setiap hari dari RM.id. Mari bergabung di Grup Telegram "Rakyat Merdeka News Update", caranya klik link https://t.me/officialrakyatmerdeka kemudian join. Anda harus install aplikasi Telegram terlebih dulu di ponsel.
Tags :
Berita Lainnya