Dark/Light Mode

Anies Bermanuver

Ganjar Kalem

Rabu, 28 April 2021 07:58 WIB
Gubernur DKI Jakarta Anies Baswedan (kiri) bersama Gubernur Jawa Tengah Ganjar Pranowo. (Foto: Istimewa)
Gubernur DKI Jakarta Anies Baswedan (kiri) bersama Gubernur Jawa Tengah Ganjar Pranowo. (Foto: Istimewa)

RM.id  Rakyat Merdeka - Safari Anies Baswedan ke Jawa, tak membuat Ganjar Pranowo panas. Gubenur Jawa Tengah, yang disebut-sebut sebagai kandidat capres 2024 itu, tetap kalem.

Dua pekan terakhir, Anies banyak melakukan manuver. Dimulai dari berkunjung ke Cilacap, Jawa Tengah, pada Jumat (16/4). Lalu, diteruskan ke Kuningan, Jawa Barat, Sabtu (17/4). Lalu, pergi ke Ngawi, Jawa Timur, Minggu (25/4). 

Banyak analis menganggap, manuver Gubernur DKI Jakarta ini bernuansa politik dan bertujuan menaikkan elektabilitas menjelang Pilpres 2024. Anies sengaja menyasar Jawa, yang selama ini menjadi basis dukungan untuk Ganjar.

Berita Terkait : Anies Bisa Salip Ganjar

Meskipun begitu, Ganjar terlihat cuek saja. Bukannya merasa tersaingi, Ganjar justru membukakan pintu lebar-lebar ke Anies untuk masuk ke daerahnya. Pada Minggu (25/4) malam, Ganjar menerima Anies di Rumah Dinasnya di Semarang. “Mampir saja,” kata Ganjar, kepada wartawan, kemarin.

Apakah ada pembicaraan serius? Ganjar menjawab diplomatis. Menurutnya, kedatangan Anies di rumah dinasnya untuk menyaksikan babak final leg ke-2 Piala Menpora antara Persija vs Persib. “Dia cerita mau nonton Persija,” katanya. 

Sebelumnya, Anies menjelaskan, kunjungannya ke Ngawi bertujuan untuk mengamankan pasokan beras bagi DKI Jakarta. Sebab, selama ini, sebanyak 99 persen pasokan pangan di DKI tergantung daerah luar. Salah satunya dari Jawa Timur. Di Ngawi, Anies bertemu dengan Gubernur Jawa Timur Khofifah Indar Parawansa.

Berita Terkait : Anies-Khofifah Duet Maut Nih

Sebelum ke Ngawi, Anies sempat melipir ke Ponorogo. Di sana, dia mendatangi Ponpes Gebang Tinatar di Desa Tegalsari, sekaligus berziarah ke makam Kiai Ageng Muhammad Besari yang wafat 1747 M itu. Bahkan, Anies sempat menginap di kamar yang dahulunya dipakai Kiai Ageng Besari yang diberi nama Ndalem Njero. 

Momen ziarah ini dibagikan Anies dalam akun Instagramnya, @aniesbaswedan, kemarin. Anies menjelaskan, hal itu merupakan kehormatan luar biasa. Sebab, selama ini, kamar itu tak pernah digunakan dan tidak ada yang diizinkan untuk tidur di situ.

“Rencana semula, kami silaturahmi di Tegalsari sampai magrib, lalu kembali ke Madiun. Tapi dzuriyah, keluarga keturunan meminta untuk bermalam di Ndalem Ageng supaya bisa ngobrol lebih panjang. Keluarga juga mengundang untuk tidur di Ndalem Njero, di kamar yang dulu digunakan Kiai Ageng Besari. Sebuah kehormatan luar biasa, karena selama ini tidak pernah digunakan untuk tidur dan tidak ada yang diizinkan untuk tidur di kamar itu," tulis Anies.

Berita Terkait : Ganjar Tampil Bijak

Anies lalu menceritakan pengalaman tidur di kamar Kiai Ageng Besari hingga saat sahur. Menurutnya, hal itu merupakan pengalaman yang luar biasa. 

"Sebuah kamar besar yang terasa teduh, tenang, dan amat nyaman. Kayunya amat tua hingga ada lapisan yang membuatnya jadi terkesan keabu-abuan. Dipan asli sudah tidak digunakan potensi rapuh akibat usia yang amat panjang. Tuntas sudah niat silaturahmi dengan dzuriyah Kiai Ageng Besari. Sebuah kehangatan silaturahmi yang luar biasa. Dan, pengalaman bermalam di kamar itu adalah pengalaman yang menyenangkan, yang extraordinary," tuturnya.

Pengamat komunikasi politik dari Universitas Pelita Harapan (UPH) Emrus Sihombing melihat, gerak-gerik Anies itu berbau politik. Namun, gerakan Anies tidak akan membuat Ganjar panas. Sebab, Ganjar masih terlihat fokus mengurus Jawa Tengah. “Ganjar masih kalem. Tidak melakukan safari ke luar daerahnya,” katanya. [QAR]