Dark/Light Mode
BREAKINGNEWS
BBM Tekor Rp 71 Triliun Per Tahun
BKS Terapin Program Subsidi Angkutan Kota
Kamis, 29 April 2021 05:32 WIB
RM.id Rakyat Merdeka - Kementerian Perhubungan (Kemenhub) terus menggenjot program subsidi angkutan perkotaan atau Buy The Service (BTS). Dengan BTS, biaya transportasi bisa lebih murah dan layanan angkutan perkotaan bisa terjadwal dengan baik.
BTS merupakan skema penyediaan layanan transportasi hasil kerja sama pemerintah dengan pihak operator angkutan umum.
Menteri Perhubungan (Menhub) Budi Karya Sumadi akan menetapkan Bogor sebagai kota percontohan penerapan program subsidi layanan angkutan massal melalui skema BTS di kawasan Jabodetabek.
Baca juga : Eksekusi Aset Terpidana Terganjal Gugatan Bank
“Wali Kota Bogor Bima Arya sejak lama meminta ini diprogramkan di sana. Insya Allah kami bisa jalankan,” kata BKS, sapaan Budi Karya Sumadi, dalam webinar di Jakarta, kemarin.
BKS mengungkapkan, program BTS ini sudah mengakomodir lebih dari 1 juta perjalanan masyarakat. Walaupun pada 2 Desember 2020 dibatasi 50 persen, tapi layanan BTS sudah mencapai 1,5 juta perjalanan.
Hal itu membuktikan, bahwa program subsidi angkutan massal ini penting diterapkan di Jabodetabek. Pasalnya, saat ini BTS baru diterapkan di lima kota seperti Medan, Palembang, Yogyakarta, Surakarta dan Denpasar.
Baca juga : Sharp Gencar Rilis Produk Anyar
Dijelaskan BKS, Indonesia memiliki kawasan aglomerasi. Jakarta, Bogor, Depok, Tangerang dan Bekasi (Jabodetabek) adalah satu yang paling besar dengan penduduk lebih dari 33 juta.
“Pergerakannya mencapai 8 juta per hari. Tentu ini menjadi upaya shifting dari angkutan pribadi ke angkutan umum, apabila kita memberikan layanan-layanan yang lebih baik, nyaman dan aman,” jelasnya.
Eks Dirut Angkasa Pura II ini membeberkan keunggulan lain dari BTS, yakni kenyamanan dan keamanan. Apalagi bila dikaitkan dengan kemacetan atau polusi udara.
Baca juga : BSI Gencar Promosi Program Griya Bermargin Khusus
BKS berharap, apa yang dilakukan di Bogor ini betul-betul dapat dikerjakan secara baik dan cermat dengan melibatkan para stakeholder.
“Saya yakin ini bisa membantu agar pengembangan angkutan modern yang massal menjadi lebih baik, sehingga coverage layanan di kotanya juga lebih baik,” ucapnya.
Kepala Badan Pengelola Transportasi Jabodetabek (BPTJ) Polana Banguningsih Pramesti mengatakan, pemberian subsidi kepada angkutan massal melalui skema BTS dilatarbelakangi banyaknya kendaraan pribadi yang bergerak di Jabodetabek. Sementara, masyarakat yang menggunakan angkutan umum sangat sedikit.
Selanjutnya
Update berita dan artikel RM.ID menarik lainnya di Google News
Dapatkan juga update berita pilihan dan breaking news setiap hari dari RM.id. Mari bergabung di Grup Telegram "Rakyat Merdeka News Update", caranya klik link https://t.me/officialrakyatmerdeka kemudian join. Anda harus install aplikasi Telegram terlebih dulu di ponsel.
Tags :
Berita Lainnya