Dark/Light Mode

Program Langit Biru Tingkatkan Kesehatan Masyarakat

Rabu, 5 Mei 2021 00:00 WIB
Ketua Harian YLKI, Tulus Abadi. (Foto: ist)
Ketua Harian YLKI, Tulus Abadi. (Foto: ist)

RM.id  Rakyat Merdeka - Polusi udara punya dampak buruk bagi kesehatan mental. Berbagai studi terbaru menyebutkan, polusi udara yang dihasilkan BBM yang rendah oktan, punya dampak buruk menyebabkan depresi berat, gangguan kepribadian, hingga skizofrenia. 

Ketua Harian Yayasan Lembaga Konsumen Indonesia (YLKI), Tulus Abadi mengapresiasi, langkah pemerintah dalam mendorong program langit biru, yakni penggunaan BBM ramah lingkungan.

Menurut Tulus,  program langit biru harus didukung dengan cara mengurangi distribusi dan penjualan jenis BBM beroktan rendah. "Bagaimana pun itu (BBM ramah lingkungan) membuat lingkungan lebih sehat dan nyaman bagi masyarakat," ujarnya, ketika dihubungi wartawan, Selasa (4/5).

Berita Terkait : Tol Laut Wujudkan Rasa Keadilan Ekonomi Masyarakat Terpencil

Ia menjelaskan, penghapusan BBM tidak ramah lingkungan sejalan dengan komitmen pemerintah untuk mengurangi emisi karbon. Namun, upaya itu bila tak didukung maka sulit tercapai.

"Pengurangan emisi karbon akan sulit tercapai jika masyarakat masih dominan menggunakan BBM yang tidak ramah lingkungan," katanya.

Sementara itu, ahli kesehatan lingkungan Budi Hartono menyebutkan, BBM RON rendah membuat pembakaran tidak sempurna dalam ruang bakar yang mengakibatkan peningkatan emisi.

Berita Terkait : Jalur Laut Banyuwangi Ke NTB Tingkatkan Perdagangan Ekonomi Dan Pariwisata

Hal ini, kata dia berdampak buruk terhadap kesehatan. Berbagai penyakit kronis pun mengintai. Seperti akumulasi polutan yang masuk ke tubuh akan memengaruhi metabolisme tubuh. 

"Kebanyakan hal tersebut berdampak pada gangguan pernapasan seperti ISPA. Ada lebih banyak penyakit turunan yang berpotensi besar menyerang masyarakat dengan kualitas udara buruk. Di antaranya, masalah paru, jantung, tekanan darah, dan stroke," ungkap dia. 

Untuk itu, diperlukan adanya komitmen bersama antara pemerintah dan masyarakat untuk dapat mulai beralih pada BBM dengan RON tinggi yang lebih ramah lingkungan. Ditambah, edukasi bagi masyarakat akan bahayanya BBM dengan RON rendah.

Berita Terkait : Proyek Infrastruktur gas Jambaran Tiung Biru Ditargetkan Kelar November

Pasalnya, polusi juga sangat terkait dengan stres. Salah satunya menyebutkan, bahwa paparan polusi udara yang tinggi saat usia bayi hingga anak-anak, menyebabkan peningkatan kecemasan dan depresi ketika memasuki usia 12 tahun. [IMA]