Dark/Light Mode

Pandu Riono: Urusan Prokes, Emak-emak Kudu Galak

Rabu, 12 Mei 2021 11:33 WIB
Ketua TP PKK DKI Fery Farhati yang juga istri Gubernur DKI Jakarta Anies Baswedan, dan Ahli Epidemiologi UI Pandu Riono (Foto: Istimewa)
Ketua TP PKK DKI Fery Farhati yang juga istri Gubernur DKI Jakarta Anies Baswedan, dan Ahli Epidemiologi UI Pandu Riono (Foto: Istimewa)

RM.id  Rakyat Merdeka - Ahli Epidemiologi UI Pandu Riono menilai, ibu rumah tangga alias emak-emak punya peran yang cukup strategis dalam mencegah penularan Covid-19. Terutama, di tengah situasi Lebaran.

Dalam urusan penegakan protokol kesehatan, Pandu meminta emak-emak tak hanya galak kepada keluarga, tetapi juga kepada tamu yang datang berkunjung.

"Kalau semua ibu-ibu galak, dalam mengingatkan pentingnya memakai masker, Insya Allah pandemi cepat selesai," ujar Pandu saat menjadi narasumber Program Kelas Sore bertema Peran Ibu Cegah Klaster Idul Fitri, yang dipandu istri Gubernur DKI Jakarta Anies Baswedan selaku Ketua Tim Penggerak PKK DKI, Fery Farhati, via akun Instagram @aksihidupbaik, Selasa (11/5).

Baca Juga : Energy Watch Acungi Jempol Program Diskon Pertamax Cs

Pandu menegaskan, pentingnya peran ibu dalam memutus mata rantai Covid, bukannya tanpa alasan. Ia mengambil contoh kasus pertama, kedua dan ketiga Covid-19 di Indonesia. Ketiga warga Depok yang terpapar itu adalah satu keluarga, ibu dan anak. Kasus keluarga serupa kini banyak ditemukan di seluruh Indonesia.

"Covid-19 ini adalah penyakit perilaku. Behaviour. Jika semuanya disiplin, otomatis penularannya berhenti. Tidak hanya oleh pemerintah, tapi juga masyarakat. Khususnya dalam lingkup keluarga," ujar Pandu.

Terkait Hari Raya Idul Fitri yang akan jatuh pada Rabu (12/5) besok, Pandu menyarankan agar kegiatan silaturahmi hanya melibatkan keluarga inti.

Baca Juga : Teken MoU, KAI Berkolaborasi Dengan TJP Kembangkan Eks Stasiun Gresik

Untuk kerabat jauh, sebaiknya silaturahmi dilakukan secara virtual saja. "Kalau keluarga jauh datang, sebaiknya dihindari," sarannya.

Meskipun silaturahmi tatap muka hanya dilakukan dengan keluarga inti, Pandu meminta emak-emak tetap  menyediakan tempat cuci tangan. Tidak harus hand sanitizer. Air mengalir dan sabun, juga ampuh membersihkan tangan dari kuman.

"Kalau hand sanitizer, mengandung alkohol. Ibu-ibu kan nggak mau tangannya jadi kasar," tutur Pandu.

Baca Juga : Bank DKI Fasilitasi Pembayaran Zakat Non-Tunai Di 2.000 Masjid

Pandu juga menyoroti budaya salam tempel, berbagi angpao atau kado Idul Fitri.

Jebolan University of Pittsbrug, Amerika Serikat ini menyarankan agar ibu-ibu mengutamakan pemberian hadaih tersebut kepada anak-anak yang disiplin menerapkan prokes. "Ibu-ibu jangan kasih angpao atau hadiah, kalau dia tidak pakai masker," candanya. [SAR]