Dark/Light Mode
BREAKINGNEWS
- Perbaikan Selesai, Kondisi Jalan Lenteng Agung Sudah Normal dan Bisa Dilewati
- Persib Mulai Susun Persiapan Hadapi Musim 2026/2027
- OTT Pejabat Imigrasi Jakbar, KPK Sita Mobil, Valas, Hingga Emas
- Erling Haaland Bisa Bawa Norwegia Bersaing di Piala Dunia 2026
- Davide Ancelotti Latih Lille, Calvin Verdonk Hadapi Tantangan Baru
RM.id Rakyat Merdeka - Perburuan terhadap teroris Papua yang dilakukan personil TNI-Polri masih menemui banyak hambatan. Sementara korban dari kedua belah pihak terus berjatuhan. Kabar terbaru, dua personil TNI kembali gugur dalam tugasnya.
Peristiwa itu terjadi di Distrik Dekai, Kabupaten Yahukimo, Papua, sekitar pukul 11 WIT, kemarin. Dua prajurit TNI bernama Prada Aryudi dan Praka M Alif Nur tewas dikeroyok orang tak dikenal (OTK) saat tengah melakukan pengamanan di sekitar Bandara Nol Goliat Dekai.
Baca juga : Hentikan Pembunuhan Dan Teror KKB Di Papua, Negara Harus Tegas
Pelaku penyerangan diperkirakan berjumlah 20 orang. Para pelaku menyerang korban secara brutal menggunakan pedang, parang, dan golok. Korban sempat melakukan perlawanan, namun akhirnya roboh setelah menerima bacokan hampir di seluruh tubuh.
Dari foto-foto yang dihimpun, kedua prajurit TNI ini mengenakan seragam sipil. Seluruh kujur tubuhnya dipenuhi luka bacok hingga mengeluarkan darah segar. Bagian leher belakang salah seorang korban hancur tak berbentuk. Sedangkan pergelangan tangan kanan satu korban lainnya hampir putus.
Baca juga : Teroris Papua Merengek-rengek
Danrem 172/PWY Brigjen Izak Pangemanan mengatakan, kejadian itu berawal saat korban sedang melakukan pengamanan pembangunan pagar Bandara Nop Goliat Dekai. “Mereka sedang mengamankan pembangunan pagar bandara, kemudian mereka didatangi oleh 20 orang tidak dikenal dan langsung dilakukan penyerangan, mereka dibacok,” kata Izak, kemarin.
Prada Ardi langsung gugur di lokasi penyerangan dengan sejumlah luka bacok di tubuhnya. Sedangkan Praka Alif tewas setelah menjalani perawatan di Rumah Sakit Umum Daerah (RSUD) Dekai. Selain membunuh, para pelaku juga melakukan perampasan senjata api jenis SS2 dari kedua prajurit itu.
Baca juga : Semoga Iblisnya Segera Dilumpuhkan
Izak belum bisa memastikan teroris Papua pimpinan siapa yang telah membunuh anggotanya itu. “Tapi benar, dua prajurit kami gugur,” ujarnya.
Pasca kejadian ini, Polri telah mengerahkan pasukan elite Brimob melakukan pengejaran. Brimob juga dibantu oleh Batalyon Infanteri Para Raider 432 yang dikenal jago di medan tempur. “Sementara sedang dilakukan pengejaran oleh Batalyon 432 dan Brimob,” ungkapnya.
Selanjutnya
Update berita dan artikel RM.ID menarik lainnya di Google News
Dapatkan juga update berita pilihan dan breaking news setiap hari dari RM.id. Mari bergabung di Grup Telegram "Rakyat Merdeka News Update", caranya klik link https://t.me/officialrakyatmerdeka kemudian join. Anda harus install aplikasi Telegram terlebih dulu di ponsel.
Tags :
Berita Lainnya