Dark/Light Mode

Perburuan Teroris Papua

2 TNI Gugur Lagi, Ya Allah

Rabu, 19 Mei 2021 07:35 WIB
Pasukan TNI/Polri yang tergabung dalam Satgas Nemangkawi telah menguasai kamp Mayuberi yang selama ini jadi salah satu medan operasi KKB Lekagak Telenggen, Sabtu (15/5/2021). (Foto: Satgas Nemangkawi)
Pasukan TNI/Polri yang tergabung dalam Satgas Nemangkawi telah menguasai kamp Mayuberi yang selama ini jadi salah satu medan operasi KKB Lekagak Telenggen, Sabtu (15/5/2021). (Foto: Satgas Nemangkawi)

RM.id  Rakyat Merdeka - Perburuan terhadap teroris Papua yang dilakukan personil TNI-Polri masih menemui banyak hambatan. Sementara korban dari kedua belah pihak terus berjatuhan. Kabar terbaru, dua personil TNI kembali gugur dalam tugasnya.

Peristiwa itu terjadi di Distrik Dekai, Kabupaten Yahukimo, Papua, sekitar pukul 11 WIT, kemarin. Dua prajurit TNI bernama Prada Aryudi dan Praka M Alif Nur tewas dikeroyok orang tak dikenal (OTK) saat tengah melakukan pengamanan di sekitar Bandara Nol Goliat Dekai.

Berita Terkait : Hentikan Pembunuhan Dan Teror KKB Di Papua, Negara Harus Tegas

Pelaku penyerangan diperkirakan berjumlah 20 orang. Para pelaku menyerang korban secara brutal menggunakan pedang, parang, dan golok. Korban sempat melakukan perlawanan, namun akhirnya roboh setelah menerima bacokan hampir di seluruh tubuh.

Dari foto-foto yang dihimpun, kedua prajurit TNI ini mengenakan seragam sipil. Seluruh kujur tubuhnya dipenuhi luka bacok hingga mengeluarkan darah segar. Bagian leher belakang salah seorang korban hancur tak berbentuk. Sedangkan pergelangan tangan kanan satu korban lainnya hampir putus.

Berita Terkait : Teroris Papua Merengek-rengek

Danrem 172/PWY Brigjen Izak Pangemanan mengatakan, kejadian itu berawal saat korban sedang melakukan pengamanan pembangunan pagar Bandara Nop Goliat Dekai. “Mereka sedang mengamankan pembangunan pagar bandara, kemudian mereka didatangi oleh 20 orang tidak dikenal dan langsung dilakukan penyerangan, mereka dibacok,” kata Izak, kemarin.

Prada Ardi langsung gugur di lokasi penyerangan dengan sejumlah luka bacok di tubuhnya. Sedangkan Praka Alif tewas setelah menjalani perawatan di Rumah Sakit Umum Daerah (RSUD) Dekai. Selain membunuh, para pelaku juga melakukan perampasan senjata api jenis SS2 dari kedua prajurit itu.

Berita Terkait : Jangan Mau Pak Jokowi, Nanti Mereka Besar Kepala

Izak belum bisa memastikan teroris Papua pimpinan siapa yang telah membunuh anggotanya itu. “Tapi benar, dua prajurit kami gugur,” ujarnya.

Pasca kejadian ini, Polri telah mengerahkan pasukan elite Brimob melakukan pengejaran. Brimob juga dibantu oleh Batalyon Infanteri Para Raider 432 yang dikenal jago di medan tempur. “Sementara sedang dilakukan pengejaran oleh Batalyon 432 dan Brimob,” ungkapnya.
 Selanjutnya