Dark/Light Mode

Anggotanya Ada Yang Mbelot Ke Teroris Papua, TNI Kudu Lebih Perhatian Sama Anak Buah

Rabu, 21 April 2021 07:49 WIB
Anggota Komisi I DPR, Rizki Aulia Natakusumah (Foto: Instagram)
Anggota Komisi I DPR, Rizki Aulia Natakusumah (Foto: Instagram)

RM.id  Rakyat Merdeka - Anggota Komisi I DPR, Rizki Aulia Natakusumah menyesalkan pembelotan oknum TNI ke Kelompok Kriminal Bersenjata (KKB) alias teroris Papua. 

Menurutnya, TNI perlu introspeksi. 

"Kasus pembelotan oknum TNI ke KKB perlu menjadi bahan introspeksi di tubuh TNI," kata putra dari pasangan mantan Bupati Pandeglang Dimyati Natakusumah dan Bupati Pandeglang yang akan dilantik pada 26 April mendatang, Irna Narulita kepada RM.id itu, Rabu (21/4).

Rizki menilai, kelengahan adalah salah satu faktor penyebab terjadinya aksi pembelotan. Lantaran terlalu fokus pada strategi penanganan musuh, tapi melupakan kondisi pasukan yang ada di lapangan.

Baca juga : Andika Kecewa Berat

Padahal, pasukan di lapangan lah yang merupakan garda terdepan dalam menjaga keamanan masyarakat Papua, dan juga mempertahankan harga diri bangsa.

"Artinya, TNI harus lebih memperhatikan kondisi kekuatan pasukan. Tak cuma dari segi fisik, tetapi juga psikologis anggota. Itu juga bagian dari strategi," ungkap politisi Partai Demokrat itu.

Karenanya, dia mendesak pimpinan satuan berseragam loreng itu untuk memperhatikan kondisi anak buahnya di lapangan. Baik dalam hal kesejahteraan prajurit dan keluarganya, serta pemantauan berkala terkait kondisi fisik dan mental pasukan.

"TNI perlu melakukan penelusuran penyebab dan alasan pembelotan atau desersi, yang terjadi pada anggota di lapangan. Penanganan semacam ini penting agar kejadian serupa tidak terulang," tegasnya.

Baca juga : Jenderal Andika, Gimana Ini...

Diketahui, oknum prajurit TNI bernama Pratu Lukius Y Matuan diduga membelot ke teroris Papua sejak Februari 2021. 

Kepala Staf Angkatan Darat (KSAD) Jenderal TNI Andika Perkasa menyebut, Pratu Lukius membawa 70 butir amunisi beserta magasin, saat kabur dari posnya Februari lalu.

Selain itu, ia tak membawa apa-apa. Termasuk, senjata api yang dia pegang sehari-hari pun dia tinggal di posnya.

"Senjata ditinggal, tetapi dua magasin dengan isi 70 butir amunisi 5,56 millimeter. Itu yang dibawa," kata Andika di Puspom AD, Jakarta Selatan, Selasa (20/4).

Baca juga : Bertemu Tokoh Tanah Tabi Dan Saireri Papua, Menko Polhukam Bahas Percepatan Pembangunan

Pratu Lukius sebelumnya tergabung bersama Raider 400,a dan sempat ditugaskan di Kabupaten Intan Jaya sejak Agustus 2020 hingga Maret 2021. Tapi kini, dia masuk daftar anggota teroris Papua di Intan Jaya. [UMM]

Update berita dan artikel RM.ID menarik lainnya di Google News

Dapatkan juga update berita pilihan dan breaking news setiap hari dari RM.id. Mari bergabung di Grup Telegram "Rakyat Merdeka News Update", caranya klik link https://t.me/officialrakyatmerdeka kemudian join. Anda harus install aplikasi Telegram terlebih dulu di ponsel.