Dewan Pers

Dark/Light Mode

Menakar Untung Rugi Vaksin AstraZeneca, Tetap Lebih Banyak Manfaatnya

Kamis, 27 Mei 2021 09:07 WIB
Ilustrasi vaksin Covid AstraZeneca (Foto: Istimewa)
Ilustrasi vaksin Covid AstraZeneca (Foto: Istimewa)

RM.id  Rakyat Merdeka - Hingga saat ini, vaksin AstraZeneca masih memicu kontroversi di Indonesia, yang tidak jarang berujung pada penolakan orang untuk disuntik vaksin bikinan Inggris tersebut.

Di tengah situasi ini, kita sangat disarankan tidak termakan infodemi atau informasi berlebihan tentang Covid, yang dampaknya justru memperburuk situasi pandemi. 

Karena itu, kita harus memiliki pengetahuan yang memadai tentang manfaat dan risiko vaksin, agar tak jadi korban hoaks yang tak jelas juntrungannya itu.

Berita Terkait : Pastikan Penyelenggaranya Cek Keaslian Sertifikatnya

Sebelum mengintip manfaat dan risiko vaksin AstraZeneca,  mari kita pahami dulu soal kandungan vaksin tersebut.

Terkait hal ini, Pakar Bioteknologi yang juga Associate Professor Universiti Putra Malaysia, Bimo Ario Tejo Ph.D menjelaskan, vaksin Covid-19 dari AstraZeneca memiliki bahan aktif adenovirus dari simpanse (ChAdOx1), yang disisipi gen bagian protein spike dari virus SARS-CoV-2.

Adenovirus yang telah disisipi gen protein spike ini akan memasuki sel manusia dan memproduksi protein spike, yang memicu kekebalan terhadap virus SARS-CoV-2.

Berita Terkait : Top Markotop, Vaksin AstraZeneca Bisa Tangkal Covid Akibat Varian India

Sedangkan bahan inaktif vaksin AstraZeneca terdiri dari L-Histidine, L-Histidine hydrochloride monohydrate, ethanol (melindungi vaksin dari kerusakan akibat radikal bebas), magnesium chloride hexahydrate (garam penstabil adenovirus), dan polysorbate 80 (mencegah melekatnya bahan aktif ke dinding botol kaca).

Selain itu, juga ada  sucrose (gula untuk melindungi vaksin pada suhu rendah), sodium chloride (garam dapur agar vaksin bersifat isotonik), dan disodium edetate dehydrate (menangkap pengotor logam).

Berikut ini adalah fakta mengenai manfaat vaksin AstraZeneca, sebagaimana dijelaskan Dr. Adam Prabata, kandidat PhD Ilmu Kedokteran dari Kobe University Jepang via laman Instagram-nya:

Berita Terkait : Erick Puji Duet Maut Bank Mandiri Dan Pertamina

1. Efikasi

Vaksin AstraZeneca memiliki tingkat kemanjuran 81,3 persen dalam mencegah Covid bergejala, dengan jarak penyuntikan 12 minggu antara dosis pertama dan kedua.

Tidak ada orang yang divaksin AstraZeneca, yang mengalami sakit berat, rawat inap, dan kematian akibat Covid (Voysey, 2021).
 Selanjutnya