Dewan Pers

Dark/Light Mode

Menkes Pantau Vaksinasi Orang Gangguan Jiwa Di Bogor

Rabu, 2 Juni 2021 14:20 WIB
Menkes, Budi Gunadi Sadikin
Menkes, Budi Gunadi Sadikin

RM.id  Rakyat Merdeka - Menteri Kesehatan (Menkes), Budi Gunadi Sadikin meninjau pelaksanaan vaksinasi bagi Penyandang Disabilitas, baik disabilitas fisik maupun mental, di Rumah Sakit Jiwa dr. H. Marzoeki Mahdi, Kota Bogor, Jawa Barat, Selasa (1/6). 

”Ini pertama kali kita memberikan vaksin khusus ke Orang Dengan Gangguan Jiwa (ODGJ). Orang gangguan jiwa umumnya komorbidnya banyak. Oleh karena itu, saya rasa bagus bisa mulai memberikan prioritas kepada orang yang dengan gangguan jiwa,” ujar Menkes dikutip dari seskab.go.id. 

Berita Terkait : Menkes Canangkan Vaksinasi Untuk Penyandang Disabilitas

Direktur Kesehatan Jiwa Kementerian Kesehatan, Siti Kalimah menyebutkan, sebanyak 562.242 penyandang disabilitas di seluruh wilayah Indonesia akan divaksinasi. 

Penyandang disabilitas dapat dilayani di seluruh fasilitas kesehatan/sentra vaksinasi manapun dan tidak terbatas pada alamat domisili KTP. Hal ini Sesuai Surat Edaran Menkes Nomor HK.02.01/MENKES/598/2021 tentang Percepatan Pelaksanaan Vaksinasi Covid-19 bagi Masyarakat Lanjut Usia, Penyandang Disabilitas, serta Pendidik dan Tenaga Pendidikan. 

Berita Terkait : Ray Rangkuti: Putusan MK Soal Verifikasi Parpol Langgengkan Oligarki

Pelaksanaan vaksinasi berkerjasama dengan komunitas, organisasi lokal, dan pihak swasta untuk melakukan mobilisasi, mendaftarkan, dan mengatur transportasi antar jemput masyarakat lanjut usia dan penyandang disabilitas ke fasilitas pelayanan kesehatan tempat pelayanan vaksinasi Covid-19. 

Kerja sama dengan Kementerian Sosial dan  Direktorat Jenderal Kependudukan dan Pencatatan Sipil (Dukcapil) Kementerian Dalam Negeri juga berjalan untuk proses vaksinasi di Panti milik Kemensos serta pendataan bagi Kaum ODGJ terlantar yang tidak memiliki Nomor Induk Kependudukan (NIK). 

Berita Terkait : KF Diagnostika Lakukan Vaksinasi Pada Karyawan DanamonĀ 

”Kalau panti milik Kemensos, puskesmas di wilayah Panti yang datang. Kemudian di rumah dengan kunjungan rumah, nanti puskesmasnya datang kunjungan rumah,” ujar Siti. [MFA]