Dark/Light Mode

Sebaran Covid Terus Bergeser Ke Negara Berkembang

Menkeu Waswas Proyeksi Ekonomi Bakal Terganggu

Kamis, 3 Juni 2021 05:22 WIB
Menteri Keuangan (Menkeu) Sri Mulyani Indrawati dalam Rapat Kerja dengan Komisi XI DPR RI, Rabu (02/06). (Foto: Kemenkeu Foto/Biro KLI-Moy).
Menteri Keuangan (Menkeu) Sri Mulyani Indrawati dalam Rapat Kerja dengan Komisi XI DPR RI, Rabu (02/06). (Foto: Kemenkeu Foto/Biro KLI-Moy).

RM.id  Rakyat Merdeka - Menteri Keuangan (Menkeu) Sri Mulyani ngeri dengan banyaknya faktor yang akan mempengaruhi pertumbuhan ekonomi Indonesia di masa pandemi Covid-19.

Dia mengungkap empat risiko yang akan dihadapi Indonesia. Pertama, beberapa negara melaku­kan pengetatan restriksi karena adanya gelombang baru Covid-19 dan munculnya varian baru.

“Semua negara sekarang fokus ke domestik, baik di ekonomi, sosial dan politik,” kata Sri Mulyani dalam Rapat Kerja dengan Komisi XI DPR, kemarin.

Berita Terkait : Program Vaksin Lancar Ekonomi Bakal Moncer

Kedua, episentrum atau pusat penyebaran pandemi terus bergeser ke negara berkembang dan dunia ketiga. Sementara, akses dan kecepatan vaksinasi masih belum merata.

Mantan Direktur Pelaksana Bank Dunia ini mengungkap­kan, vaksinasi di Indonesia baru berlangsung 300 ribu per hari. Dibandingkan sebelum Leba­ran, memang ada peningkatan, tapi masih jauh dari target 500 ribu vaksinasi per hari. Apalagi 1 juta per hari untuk mencapai kekebalan komunitas.

“Berarti pada 2022, kalau ini tidak terkejar akan menimbul­kan dampak. Covid-19 akan jadi elemen yang menentukan,” ujarnya.

Berita Terkait : Sri Mulyani Kok Optimis Banget Sih

Dari sisi laju pertumbuhan kasus positif Covid-19, Sri Mulyani menegaskan, pemerintah juga mewaspadai dampak pasca Lebaran. Beberapa daerah menunjukkan tambahan kasus yang cukup besar.

“Untuk kuartal II sampai Juni, tren ini harus bisa dikendalikan. Kalau tidak, nanti bisa terjadi kondisi seperti Maret lalu, harus pengetatan lagi dan akan mem­pengaruhi kegiatan ekonomi dan proyeksi ekonomi,” jelas Sri Mulyani.

Risiko ketiga, pemulihan ekono­mi yang tidak merata. Ekonomi global memang disebutkan pulih, namun ada negara yang masih resesi hingga kuartal I-2021. Salah satunya Indonesia.

Berita Terkait : Sri Mulyani Lempar Handuk

Keempat, perkembangan ekonomi di Amerika Serikat (AS). Inflasi Negeri Paman Sam terus menguat, bahkan mencapai 4,2 persen pada April 2021.

“Inflasi di Amerika yang su­dah tembus di atas 4 persen akan jadi penentu stance monetary policy tahun ini dan tahun de­pan,” tuturnya.
 Selanjutnya