Dark/Light Mode

Ketua Satgas Minta 3T Di Jawa Timur Ditingkatkan

Kamis, 10 Juni 2021 08:10 WIB
Kepala BNPB/Ketua Satgas Penanganan Covid-19 Letjen TNI Ganip Warsito, Menteri Kesehatan Budi Gunadi Sadikin, Gubernur Jawa Timur Kofifah Indar Parawansa, Anggota Komisi VIII DPR RI, Bupati Bangkalan Abdul Latif Amin Imron meninjau Kesiapan UGD Puskesmas Bangkalan , Jawa Timur (8/6). (Komunikasi Kebencanaan BNPB/Dume Sinaga)
Kepala BNPB/Ketua Satgas Penanganan Covid-19 Letjen TNI Ganip Warsito, Menteri Kesehatan Budi Gunadi Sadikin, Gubernur Jawa Timur Kofifah Indar Parawansa, Anggota Komisi VIII DPR RI, Bupati Bangkalan Abdul Latif Amin Imron meninjau Kesiapan UGD Puskesmas Bangkalan , Jawa Timur (8/6). (Komunikasi Kebencanaan BNPB/Dume Sinaga)

RM.id  Rakyat Merdeka - Kepala Badan Nasional Penanggulangan Bencana (BNPB), sekaligus Ketua Satuan Tugas (Satgas) Penanganan Covid-19 Letjen TNI, Ganip Warsito terus memonitor perkembangan Covid-19 di seluruh Indonesia, termasuk Jawa timur. 

Kasus konfirmasi positif Covid-19 melonjak di beberapa wilayah Jawa Timur (Jatim), khususnya. Kenaikan ini dipicu oleh penularan pada klaster keluarga setelah melakukan mudik Lebaran.

Ia menginstruksikan, agar 3T (testing , tracing dan treatment), terus ditingkatkan. Tak kalah pentingnya, mengajak masyarakat disiplin protokol kesehatan (prokes).

"Prokes memakai masker ini kuncinya, selalu menjaga jarak, mencuci tangan dan menghindari kerumunan ini wajib diterapkan," katanya.

Berita Terkait : Perlunya Sinergi Pemerintah Dan Masyarakat Redam Lonjakan Kasus Covid-19

Ganip juga meminta pihak rumah sakit untuk memastikan ketersediaan tempat tidur, tempat isolasi mandiri, zonasi protokol kesehatan dan kemampuan sumber daya manusia tenaga kesehatan dalam antisipasi penanganan lonjakan kasus Covid-19.

Selain itu, Ganip turut memberikan arahan terkait penguatan fungsi posko di Pemberlakuan Pembatasan Kegiatan Masyarakat (PPKM) Mikro untuk dapat menjadi kontrol kasus harian Covid-19.

“Terus menerus lakukan pemantauan dan monitoring melalui posko yang ada di seluruh PPKM Mikro untuk dapat mengetahui kasus harian Covid-19 sehingga menjadi dasar kita dalam mengambil keputusan, membuat langkah strategis  serta menjadi evaluasi dalam melakukan pengendalian kasus,” tegasnya.

Ganip juga kembali mengingatkan Pemerintah Kabupaten Bangkalan agar selalu konsisten dan tidak lengah dalam menangani Covid-19 di daerahnya.

Berita Terkait : Kerap Jadi Target, Anis Matta Minta Pertahanan Digital Indonesia Ditingkatkan

Selain memberikan arahan, BNPB memberikan bantuan dana siap pakai sebesar Rp 1 miliar dan logistik berupa masker kain 20.000 lembar, masker kain anak 10.000 lembar dan hand sanitizer masing-masing 4 liter sebanyak 20 jerigen kepada Kapubaten Bangkalan  yang diberikan secara simbolis kepada Bupati Bangkalan di Pendopo Bupati Bangkalan. 

Bupati Bangkalan, R. Abdul Latif Amin Imron menyampaikan, bahwa data kasus Covid-19 sejak 10 April hingga 7 Juni 2021 meningkat di 4 kecamatan. 

Satgas Covid-19 Bangkalan mencatat, kenaikan kasus konfirmasi positif dari 12 kasus menjadi total 322.“Pasien Covid-19 tertinggi ada di empat kecamatan, yakni Kecamatan Arosbaya, Klampis, Geger dan Kecamatan Kota,” kata Latif yang juga sebagai Ketua Satgas Penanganan Covid-19 Kabupaten Bangkalan dikutip bnpb.go.id Rabu (9/6).

Latif menambahkan, terkait dengan dampak lonjakan kasus Covid di Bangkalan, pihaknya telah menyiapkan 178 tenaga medis dan 121 tenaga vaksinator serta penambahan ruang dan tempat tidur untuk pasien Covid-19.

Berita Terkait : Petani Sawit Minta Revisi Pungutan Dana Sawit

Sebanyak 150 tempat tidur di RSUD Syarifa Ambami Ratoh Ebu yang saat ini terpakai 93 pasien, 74 tempat di Balai Diklat terpakai 35 dan di Balai Latihan Kerja (BLK) 30 tempat tidur terpakai 17 pasien OTG.

“Untuk penyekatan masih diberlakukan di wilayah Arosbaya, di penyeberangan Kamal dan akses masuk Suramadu sisi Madura,” tuturnya.[MFA]