Dark/Light Mode

Ketua Satgas Covid Prihatin, Pasien Covid Di IGD RSUD Lukmonohadi Kudus Ditemani Keluarga

Jumat, 4 Juni 2021 00:08 WIB
Ketua Satgas Covid Prihatin, Pasien Covid Di IGD RSUD Lukmonohadi Kudus Ditemani Keluarga

RM.id  Rakyat Merdeka - Kepala Badan Nasional Penanggulangan Bencana (BNPB) sekaligus Ketua Satuan Tugas (Satgas) Penanganan COVID-19 Letjen TNI Ganip Warsito meminta pihak Rumah Sakit Umum Daerah (RSUD) Lukmonohadi Kudus, agar membenahi manajemen dan melakukan penanganan pasien Covid-19 sesuai prosedur kekarantinaan.

Dalam peninjauan langsung ke salah satu Instalasi Gawat Darurat (IGD) RSUD Lukmonohadi, Kudus, Kamis (3/6), Ganip menemukan adanya penanganan pasien, yang masih belum sepenuhnya menerapkan aturan sesuai standar kekarantinaan dari Organisasi Kesehatan Dunia (WHO) untuk pasien COVID-19.

Ganip melihat sendiri, beberapa pasien yang dirawat di IGD dengan status reaktif COVID-19 melalui tes usap antigen masih didampingi oleh sanak keluarga.

Berita Terkait : Cek Prokes, Ketua Satgas Covid Blusukan Ke Pasar Bitingan Kudus

Padahal, pasien tersebut seharusnya sudah diisolasi dan tidak boleh dijenguk atau didampingi oleh siapa pun. Kecuali, tenaga kesehatan yang mengenakan Alat Pelindung Diri (APD) lengkap. Demi menekan potensi penularan virus.

Untuk itu, dia meminta pihak RSUD dapat memperbaiki sistem dan manajemen. Agar kemudian hal-hal yang tidak diinginkan dapat dicegah dan diantisipasi. Sehingga, tidak terjadi lonjakan kasus karena kelemahan sistem dan strategi penanganan pasien.

 “Terkait manajemen contohnya seperti tadi yang di IGD tadi, seharusnya tidak boleh lagi ada orang dari luar masuk. Itu penularan bisa terjadi walaupun yang dirawat di IGD ini belum dinyatakan positif tapi sudah reaktif Covid-19,” tegas Ganip.

Berita Terkait : Naik Lagi, Pasien Covid Di Wisma Atlet Kembali Tembus 2.000 Orang

“Yang sudah dikarantina ya betul-betul dikarantina, jangan ada orang yang bebas keluar masuk. Ini yang saya ingatkan,” imbuhnya.

Di samping protokol kekarantinaan, Ganip juga menegaskan bahwa penerapan protokol kesehatan 3M harus ditegakkan demi memutus rantai penularan Covid-19.

Dalam hal ini dia mengatakan bahwa kepatuhan masyarakat untuk menerapkan dan mematuhi aturan protokol kesehatan menjadi bagian dari kunci untuk mengendalikan dan menghentikan kasus Covid-19.

Berita Terkait : Cegah Penyebaran Covid, ART Yang Balik Mudik Kudu Dikarantina

“Protokol kesehatan tentang karantina, isolasi, penggunaan masker, jaga jarak kemudian mencuci tangan ini yang harus ditegakkan,” ujar Ganip.

"Yang bisa menghentikan COVID-19 ya kita semua. Masyarakat semua,” pungkasnya.

Pada kesempatan tersebut, Ketua Satgas menyerahkan dukungan penanganan Covid-19 secara simbolis kepada Pemerintah Kabupaten Kudus berupa tenda isolasi sebanyak 2 buah, masker kain 20 ribu, masker kain anak 10 ribu dan hand sanitizer sebanyak 20 jerigen masing-masing 4 liter. [HES]