Dark/Light Mode
BREAKINGNEWS
- Perbaikan Selesai, Kondisi Jalan Lenteng Agung Sudah Normal dan Bisa Dilewati
- Persib Mulai Susun Persiapan Hadapi Musim 2026/2027
- OTT Pejabat Imigrasi Jakbar, KPK Sita Mobil, Valas, Hingga Emas
- Erling Haaland Bisa Bawa Norwegia Bersaing di Piala Dunia 2026
- Davide Ancelotti Latih Lille, Calvin Verdonk Hadapi Tantangan Baru
Ekonomi Digital Diramal Naik 8 Kali Lipat
Travel Dan E-Commerce Bakalan Makin Melejit
Minggu, 13 Juni 2021 05:37 WIB
Sebelumnya
Targetkan 30 Juta UMKM Go Digital
Menteri Koperasi dan UKM Teten Masduki pun berkomitmen, melakukan percepatan digitalisasi di sektor UMKM (Usaha Mikro, Kecil, dan Menengah). Menurut data idEA per Mei 2021, sebanyak 13,7 juta pelaku UMKM sudah on boarding digital atau sekitar 21 persen.
Baca juga : Kinerja Manufaktur Melejit
Teten menargetkan 30 juta UMKM masuk ke ekosistem digital pada 2025. “Untuk merealisasikannya, Kemenkopselalu proaktif melakukan pendampingan sampai ke SDM (Sumber Daya Manusia) hingga menyediakan pembiayaan sampai masuk e-commerce,” ungkap Teten.
Di kesempatan yang sama, Ketua Dewan Komisioner Otoritas Jasa Keuangan (OJK), Wimboh Santoso menuturkan, sektor keuangan juga tak bisa dipisahkan dari ekonomi digital. Setiap individu dan orang bersentuhan dengan sektor keuangan.
Baca juga : Luhut: Ekonomi Digital Indonesia Ungguli Singapura dan Malaysia
“Sejak 2017, sudah dicanangkan transformasi sektor keuangandigital. Saat ini, keuangan global sudah berbasis digital, yang harus digarap oleh Indonesia sendiri,” terangnya.
Wimboh bilang, pihaknya memiliki masterplan dalam digitalisasi sektor keuangan. “Sekarang transfer tak perlu ke kantor cabang. Kredit tak perlu datang secara fisik. Memang ini butuh proses. Tapi ini harus cepat untuk menjangkau cakupan yang lebih besar,” ucap Wimboh.
Baca juga : Konsumsi Pertamax Naik 46 Persen, Masyarakat Makin Demen BBM Berkualitas
Sebab, dengan sektor keuanganberbasis digital maka akan mampu menjangkau nasabahyang lebih banyak, dan ongkos yang lebih murah. Sehingga bisa memberikan sumbangan terhadap pertumbuhan ekonomi yang lebih cepat dan besar. Bahkan saat ini, startup juga tumbuh lebih banyak. Pinjaman saat ini tak hanya diberikan oleh lembaga keuangan atau bank, tapi juga fintech Peer to Peer (P2P).
“Jumlahnya saat ini ada 145 P2P. Yang ilegal banyak sekali, tapi akan kami tertibkan. Pinjaman lewat P2P sangat besar yaitu Rp 194,1 triliun. Begitu juga di pasar modal terus berkembang. Ini penting dalam memperkuat daya saing, menjadi tuan rumah di negeri sendiri,” pungkasnya. [DWI]
Update berita dan artikel RM.ID menarik lainnya di Google News
Dapatkan juga update berita pilihan dan breaking news setiap hari dari RM.id. Mari bergabung di Grup Telegram "Rakyat Merdeka News Update", caranya klik link https://t.me/officialrakyatmerdeka kemudian join. Anda harus install aplikasi Telegram terlebih dulu di ponsel.
Tags :
Berita Lainnya