Dark/Light Mode

Ekonomi Digital Diramal Naik 8 Kali Lipat

Travel Dan E-Commerce Bakalan Makin Melejit

Minggu, 13 Juni 2021 05:37 WIB
Menteri Perdagangan (Mendag) Muhammad Lutfi. (Foto : Dok. Kemendag).
Menteri Perdagangan (Mendag) Muhammad Lutfi. (Foto : Dok. Kemendag).

 Sebelumnya 
Targetkan 30 Juta UMKM Go Digital

Menteri Koperasi dan UKM Teten Masduki pun berkomitmen, melakukan percepatan digitalisasi di sektor UMKM (Usaha Mikro, Kecil, dan Menengah). Menurut data idEA per Mei 2021, sebanyak 13,7 juta pelaku UMKM sudah on boarding digital atau sekitar 21 persen.

Baca juga : Kinerja Manufaktur Melejit

Teten menargetkan 30 juta UMKM masuk ke ekosistem digital pada 2025. “Untuk merealisasikannya, Kemenkopselalu proaktif melakukan pendampingan sampai ke SDM (Sumber Daya Manusia) hingga menyediakan pembiayaan sam­pai masuk e-commerce,” ung­kap Teten.

Di kesempatan yang sama, Ketua Dewan Komisioner Otori­tas Jasa Keuangan (OJK), Wim­boh Santoso menuturkan, sektor keuangan juga tak bisa dipisah­kan dari ekonomi digital. Setiap individu dan orang bersentuhan dengan sektor keuangan.

Baca juga : Luhut: Ekonomi Digital Indonesia Ungguli Singapura dan Malaysia

“Sejak 2017, sudah dicanangkan transformasi sektor keuangandigital. Saat ini, keuangan global sudah berbasis digital, yang harus digarap oleh Indonesia sendiri,” terangnya.

Wimboh bilang, pihaknya memiliki masterplan dalam digi­talisasi sektor keuangan. “Seka­rang transfer tak perlu ke kantor cabang. Kredit tak perlu datang secara fisik. Memang ini butuh proses. Tapi ini harus cepat un­tuk menjangkau cakupan yang lebih besar,” ucap Wimboh.

Baca juga : Konsumsi Pertamax Naik 46 Persen, Masyarakat Makin Demen BBM Berkualitas

Sebab, dengan sektor keuanganberbasis digital maka akan mampu menjangkau nasabahyang lebih banyak, dan ong­kos yang lebih murah. Sehingga bisa memberikan sumbangan terhadap pertumbuhan ekonomi yang lebih cepat dan besar. Bah­kan saat ini, startup juga tumbuh lebih banyak. Pinjaman saat ini tak hanya diberikan oleh lem­baga keuangan atau bank, tapi juga fintech Peer to Peer (P2P).

“Jumlahnya saat ini ada 145 P2P. Yang ilegal banyak sekali, tapi akan kami tertibkan. Pinja­man lewat P2P sangat besar yaitu Rp 194,1 triliun. Begitu juga di pasar modal terus berkembang. Ini penting dalam memperkuat daya saing, menjadi tuan rumah di negeri sendiri,” pungkasnya. [DWI]

Update berita dan artikel RM.ID menarik lainnya di Google News

Dapatkan juga update berita pilihan dan breaking news setiap hari dari RM.id. Mari bergabung di Grup Telegram "Rakyat Merdeka News Update", caranya klik link https://t.me/officialrakyatmerdeka kemudian join. Anda harus install aplikasi Telegram terlebih dulu di ponsel.