Dark/Light Mode

Ekonomi Digital Diramal Naik 8 Kali Lipat

Travel Dan E-Commerce Bakalan Makin Melejit

Minggu, 13 Juni 2021 05:37 WIB
Menteri Perdagangan (Mendag) Muhammad Lutfi. (Foto : Dok. Kemendag).
Menteri Perdagangan (Mendag) Muhammad Lutfi. (Foto : Dok. Kemendag).

 Sebelumnya 
Awas, Cuma Mimpi

Pengamat Ekonomi Digital dari Institute for Development of Economics and Finance (Indef), Nailul Huda menilai, dalam mendorong digitalisasi ekonomi dan keuangan di Indonesia, hal utama yang harus dibenahi pemerintah adalah terkait infra­struktur digital, di mana masih adanya ketimpangan (gap) digi­tal antar daerah.

“Karena jujur saja, masih banyakdesa di luar Pulau Jawa yang mengalami susah sinyal. Bahkan, tidak ada sinyal sama sekali. Ini yang harus diperhatikan,” te­gasnya kepada Rakyat Merdeka.

Baca juga : Kinerja Manufaktur Melejit

Pria yang disapa Huda ini mengingatkan, jika itu tidak bisa diatasi, maka target pemerintah bak mimpi di siang bolong.

Sehingga, yang harus dilaku­kan saat ini adalah, mengurangi gap tersebut sebelum melangkah lebih jauh, dalam meningkatkan kapasitas digitalisasi ekonomi dan keuangan.

“Permasalahan internet ini menjadi hal utama yang harus diselesaikan pemerintah, sebelumkita bisa menginjak lebih jauh bagaimana digitalisasi ekonomi ini bisa menekan ketimpangan ekonomi dan sosial,” jelasnya.

Baca juga : Luhut: Ekonomi Digital Indonesia Ungguli Singapura dan Malaysia

Huda menyampaikan, pem­bangunan infrastruktur internet yang masih timpang menyebab­kan penggunaan internet hanya terkonsentrasi di Pulau Jawa. Sementara wilayah timur seperti Maluku dan Papua masih sangat minim akses internetnya.

“Jika masalah ini bisa disele­saikan, jangankan target pertum­buhan 8 kali lipat, lebih dari itu pun kita mampu,” tandasnya.

Sebelumnya, Ketua Umum Asosiasi E-commerce Indonesia (idEA), Bima Laga mengamini suburnya pertumbuhan ekonomi digital di Indonesia. Indikasinya terlihat dari terdigitalisasinya pemenuhan kebutuhan masyarakat sehari-hari. Termasuk pengobatan dan pembelajaran.

Baca juga : Konsumsi Pertamax Naik 46 Persen, Masyarakat Makin Demen BBM Berkualitas

Indikasi lainnya, tambah Bima, terlihat saat gelaran Hari Belanja Online Nasional (Har­bolnas) 2020 yang diselenggarakan di bawah koordinasi idEA. Bima membeberkan, pertum­buhan penjualan di Pulau Jawa meroket hingga 97 persen, se­mentara untuk luar Jawa tumbuh 17 persen.

“Pengembangan ekonomi digital sangat potensial seiring dengan jumlah pengguna inter­net yang meningkat,” tegasnya.

Tercatat dari 230 anggota idEA, 46 persen bergerak di bidang usaha online retail e-commerce. Sebanyak 17 persen merupakan marketplace, 9 persen di bidang infrastruktur e-commerce, 6 persen payment, 5 persen travel, 5 persen logistik, 5 persen classified ads., 2 persen bank, 2 persen daily deals, 2 persen sup­porting, dan 1 persen directory.
 Selanjutnya 

Update berita dan artikel RM.ID menarik lainnya di Google News

Dapatkan juga update berita pilihan dan breaking news setiap hari dari RM.id. Mari bergabung di Grup Telegram "Rakyat Merdeka News Update", caranya klik link https://t.me/officialrakyatmerdeka kemudian join. Anda harus install aplikasi Telegram terlebih dulu di ponsel.