Dark/Light Mode
BREAKINGNEWS
- Perbaikan Selesai, Kondisi Jalan Lenteng Agung Sudah Normal dan Bisa Dilewati
- Persib Mulai Susun Persiapan Hadapi Musim 2026/2027
- OTT Pejabat Imigrasi Jakbar, KPK Sita Mobil, Valas, Hingga Emas
- Erling Haaland Bisa Bawa Norwegia Bersaing di Piala Dunia 2026
- Davide Ancelotti Latih Lille, Calvin Verdonk Hadapi Tantangan Baru
Ekonomi Digital Diramal Naik 8 Kali Lipat
Travel Dan E-Commerce Bakalan Makin Melejit
Minggu, 13 Juni 2021 05:37 WIB
Sebelumnya
Awas, Cuma Mimpi
Pengamat Ekonomi Digital dari Institute for Development of Economics and Finance (Indef), Nailul Huda menilai, dalam mendorong digitalisasi ekonomi dan keuangan di Indonesia, hal utama yang harus dibenahi pemerintah adalah terkait infrastruktur digital, di mana masih adanya ketimpangan (gap) digital antar daerah.
“Karena jujur saja, masih banyakdesa di luar Pulau Jawa yang mengalami susah sinyal. Bahkan, tidak ada sinyal sama sekali. Ini yang harus diperhatikan,” tegasnya kepada Rakyat Merdeka.
Baca juga : Kinerja Manufaktur Melejit
Pria yang disapa Huda ini mengingatkan, jika itu tidak bisa diatasi, maka target pemerintah bak mimpi di siang bolong.
Sehingga, yang harus dilakukan saat ini adalah, mengurangi gap tersebut sebelum melangkah lebih jauh, dalam meningkatkan kapasitas digitalisasi ekonomi dan keuangan.
“Permasalahan internet ini menjadi hal utama yang harus diselesaikan pemerintah, sebelumkita bisa menginjak lebih jauh bagaimana digitalisasi ekonomi ini bisa menekan ketimpangan ekonomi dan sosial,” jelasnya.
Baca juga : Luhut: Ekonomi Digital Indonesia Ungguli Singapura dan Malaysia
Huda menyampaikan, pembangunan infrastruktur internet yang masih timpang menyebabkan penggunaan internet hanya terkonsentrasi di Pulau Jawa. Sementara wilayah timur seperti Maluku dan Papua masih sangat minim akses internetnya.
“Jika masalah ini bisa diselesaikan, jangankan target pertumbuhan 8 kali lipat, lebih dari itu pun kita mampu,” tandasnya.
Sebelumnya, Ketua Umum Asosiasi E-commerce Indonesia (idEA), Bima Laga mengamini suburnya pertumbuhan ekonomi digital di Indonesia. Indikasinya terlihat dari terdigitalisasinya pemenuhan kebutuhan masyarakat sehari-hari. Termasuk pengobatan dan pembelajaran.
Baca juga : Konsumsi Pertamax Naik 46 Persen, Masyarakat Makin Demen BBM Berkualitas
Indikasi lainnya, tambah Bima, terlihat saat gelaran Hari Belanja Online Nasional (Harbolnas) 2020 yang diselenggarakan di bawah koordinasi idEA. Bima membeberkan, pertumbuhan penjualan di Pulau Jawa meroket hingga 97 persen, sementara untuk luar Jawa tumbuh 17 persen.
“Pengembangan ekonomi digital sangat potensial seiring dengan jumlah pengguna internet yang meningkat,” tegasnya.
Tercatat dari 230 anggota idEA, 46 persen bergerak di bidang usaha online retail e-commerce. Sebanyak 17 persen merupakan marketplace, 9 persen di bidang infrastruktur e-commerce, 6 persen payment, 5 persen travel, 5 persen logistik, 5 persen classified ads., 2 persen bank, 2 persen daily deals, 2 persen supporting, dan 1 persen directory.
Selanjutnya
Update berita dan artikel RM.ID menarik lainnya di Google News
Dapatkan juga update berita pilihan dan breaking news setiap hari dari RM.id. Mari bergabung di Grup Telegram "Rakyat Merdeka News Update", caranya klik link https://t.me/officialrakyatmerdeka kemudian join. Anda harus install aplikasi Telegram terlebih dulu di ponsel.
Tags :
Berita Lainnya