Dark/Light Mode

Vaksin Untuk Vaksinasi Gotong Royong Dan Program Pemerintah Tetap Dibedakan

Rabu, 16 Juni 2021 22:06 WIB
Dialog Siap Jaga Indonesia dengan Vaksin Gotong Royong, yang disiarkan FMB9ID_IKP, Rabu (16/6). (Foto: Youtube)
Dialog Siap Jaga Indonesia dengan Vaksin Gotong Royong, yang disiarkan FMB9ID_IKP, Rabu (16/6). (Foto: Youtube)

RM.id  Rakyat Merdeka - Juru Bicara Vaksinasi Kementerian Kesehatan (Kemenkes) Siti Nadia Tarmizi memastikan, vaksin Covid-19 yang digunakan dalam program vaksinasi pemerintah dengan vaksinasi Gotong Royong tetap dibedakan.

Nadia sekaligus meluruskan pemahaman terhadap Peraturan Menteri Kesehatan Nomor 18 Tahun 2021. Menurutnya, vaksin yang dipakai pada program vaksinasi pemerintah dan vaksin Gotong Royong tak boleh sama jenis dan mereknya.

"Vaksin Sinovac, AstraZeneca, Novavac, dan Pfizer tidak digunakan untuk program Gotong Royong. Namun pada Permenkes tersebut dijelaskan vaksin yang didapatkan dari hibah dengan merek yang sama dengan program Gotong Royong bisa digunakan untuk vaksinasi program pemerintah," jelas Nadia dalam Dialog 'Siap Jaga Indonesia dengan Vaksin Gotong Royong', yang disiarkan FMB9ID_IKP, Rabu (16/6).

Berita Terkait : Pasokan Terbatas, Kadin Kaji Daftar Tunggu Vaksinasi Gotong Royong

Nadia lantas mencontohkan, vaksin Sinopharm sejumlah 500 ribu dosis yang berasal dari hibah Uni Emirat Arab (UEA) beberapa waktu lalu. Menurutnya, meski vaksin Sinopharm digunakan untuk program Gotong Royong, tapi karena berasal dari hibah, maka vaksin tersebut dapat diperuntukkan bagi vaksin program pemerintah.

"Nanti yang akan digunakan untuk program Gotong Royong adalah Sinopharm dan Cansino. Hal ini tidak akan saling mengganggu stok vaksin untuk masing-masing program," imbuhnya.

Nadia menegaskan, dalam vaksinasi Gotong Royong sumber biayanya berasal dari perusahaan atau badan usaha. Menurutnya, tak boleh ada beban pembiayaan kepada penerima vaksin atau karyawan. "Tujuannya untuk memperbanyak dan mempercepat cakupan vaksinasi Covid-19 ini," tutur Nadia.

Berita Terkait : tiket.com Resmikan Sentra Vaksinasi Perdana Bagi Peserta 18 Keatas

Sementara itu, Wakil Ketua Umum KADIN Bidang Hubungan Internasional Shinta Widjaja Kamdani mengatakan, pihaknya tengah berupaya memenuhi permintaan dari 28 ribu perusahaan terkait vaksinasi Covid-19. 

"Arahan pemerintah saat ini adalah mengalokasikan vaksin gelombang pertama untuk sektor manufaktur di daerah Jabodetabek," beber Shinta.

KADIN juga mengimbau perusahaan yang sudah mendaftar agar bersabar, sebab suplai vaksin untuk program vaksinasi Gotong Royong ini datang secara bertahap. Bio Farma sendiri memiliki komitmen sekitar 15 juta dosis vaksin Sinopharm untuk menyukseskan program ini.

Berita Terkait : Genjot Vaksinasi, Jokowi Minta Daerah Contoh Kota Bekasi

"Selain itu, masyarakat dan perusahaan perlu tahu bahwa program vaksin Gotong Royong ini tidak wajib. Semua masyarakat bisa mendapatkan vaksin gratis dari pemerintah, sehingga apabila tidak memiliki kemampuan untuk mengikuti vaksin Gotong Royong, sangat dianjurkan untuk mengikuti vaksinasi program pemerintah," tutup Shinta. [OKT]