Dark/Light Mode
BREAKINGNEWS
Cegah Klaster Corona
Stop Sementara Aktivitas Di Lembaga Pendidikan TNI Dan Polri Berbasis Asrama
Jumat, 18 Juni 2021 19:23 WIB
RM.id Rakyat Merdeka - Kasus Covid-19 di Indonesia tengah melonjak hebat. Sejumlah wilayah menjadi zona rawan penularan Corona. Tak terkecuali di daerah Jabodetabek dan Jawa Barat.
Kantor kementerian, ramai-ramai menerapkan work from home (WFH) alias bekerja dari rumah. Uji coba pembelajaran tatap muka di sejumlah provinsi, dibatalkan.
Semestinya, langkah ini juga harus diikuti oleh pusat-pusat Lembaga Pendidikan dan Pelatihan di seluruh Indonesia, tak terkecuali milik TNI dan Polri. Terutama di wilayah Jawa Barat seperti Bandung, Sukabumi, serta wilayah rawan lainnya.
Baca juga : Cegah Klaster Baru Covid, Prokes Ketat Wajib Diterapkan
"Pelatihan yang tengah berlangsung, hendaknya dihentikan. Apalagi di zona merah yang rawan penularan Covid-19," ungkap Epidemiolog Universitas Griffith Australia Dicky Budiman dalam keterangannya, Jumat (18/6).
Dikatakannya, lembaga pendidikan dan pelatihan berbasis asrama atau boarding, sangat rawan penularan Covid-19. Sebab, berbagai kegiatan dilakukan bersama-sama, baik di kelas, kantin, hingga di kamar-kamar siswa. Sehingga susah untuk menerapkan protokol jaga jarak.
"Sebab, kebanyakan aktivitasnya indoor. Cenderung padat yang meningkatkan risiko penularan. Lakukan pendidikan dan pelatihan jarak jauh dulu. Yang sudah terkonfirmasi positif misalnya, segera karantina di tempat dengan fasilitas kesehatan yang memadai. Jangan ditutupi. Harus segera terdeteksi agar tidak tambah menyebar," imbaunya.
Baca juga : SEAQIL Dorong Peningkatkan Literasi Dengan Pendekatan Kerja Sama
Kata Dicky, ini demi mengantisipasi kasus seperti tahun lalu. Apalagi saat ini ada Varian Alpha yang cepat sekali proses penularannya.
Untuk mengingatkan, Pusat Pendidikan Sekolah Calon Perwira (Secapa) TNI AD di Bandung, menjadi klaster Covid-19 di Jawa Barat, Juli 2020 lalu. Sebanyak 1.262 orang terdiri dari peserta didik dan pelatih Secapa TNI AD positif virus corona.
Sementara itu, April 2020 lalu, Polri mengonfirmasi ada 300 dari total 1.550 siswa Sekolah Pembentukan Perwira (Setukpa) Lembaga Pendidikan dan Pelatihan (Lemdiklat) Polri di Kota Sukabumi, Jawa Barat, yang positif Covid-19.
Baca juga : Zona Merah, Anies Stop Sementara Aktivitas Mall Hingga Bioskop
"Jangan sampai terulang, tahun 2020, yang berbasis asrama ini sangat cepat menular. Banyak contoh klasternya. Yang kasihan tenaga dan fasilitas kesehatan. Bisa tidak meng-cover dan kewalahan," imbaunya. [FAQ]
Update berita dan artikel RM.ID menarik lainnya di Google News
Dapatkan juga update berita pilihan dan breaking news setiap hari dari RM.id. Mari bergabung di Grup Telegram "Rakyat Merdeka News Update", caranya klik link https://t.me/officialrakyatmerdeka kemudian join. Anda harus install aplikasi Telegram terlebih dulu di ponsel.
Tags :
Berita Lainnya