Dark/Light Mode
BREAKINGNEWS
- Perbaikan Selesai, Kondisi Jalan Lenteng Agung Sudah Normal dan Bisa Dilewati
- Persib Mulai Susun Persiapan Hadapi Musim 2026/2027
- OTT Pejabat Imigrasi Jakbar, KPK Sita Mobil, Valas, Hingga Emas
- Erling Haaland Bisa Bawa Norwegia Bersaing di Piala Dunia 2026
- Davide Ancelotti Latih Lille, Calvin Verdonk Hadapi Tantangan Baru
Sebelumnya
Bahkan, di hari Minggu kemarin, Jokowi masih melakukan hal yang sama. Ngabalin mengetahui ini karena baru saja bertemu Jokowi di Istana Bogor. Di hari Minggu, Jokowi masih terus berkoordinasi dengan Ketua Satgas Komite Pengendalian Covid-19 dan Pemulihan Ekonomi Nasional (KPC-PEN) Airlangga Hartarto. Jokowi juga menelepon beberapa gubernur untuk memastikan penanganan Corona di daerah berjalan baik. Tak hanya itu, Jokowi juga memantau tingkat keterisian rumah sakit di tiap daerah.
Karena terus memantau perkembangan Corona di tiap daerah, kata Ngabalin, Jokowi tidak sempat libur di akhir pekan. Jokowi bahkan baru bisa tidur setelah larut malam.
"Saya tahu tadi malam presiden tidur jam berapa. Itu tidak lain karena memantau situasi," kata Ngabalin, dalam sebuah diskusi online, kemarin.
Ngabalin menegaskan, Jokowi saat ini sedang konsentrasi penuh terhadap upaya pengendalian Corona. Akibatnya, Jokowi jadi kurang tidur. Tampak dari kantung mata Presiden yang menghitam dan menebal. "Usia kami tidak jauh, tapi kantong mata Presiden itu jauh lebih tebal," ungkapnya.
Karena itu, Ngabalin meminta masyarakat saling bekerja sama dalam menangani pandemi ini. Caranya, menerapkan protokol kesehatan dengan memakai masker, mencuci tangan, dan menjauhi kerumunan.
Epidemiolog Pandu Riono menilai, keputusan Jokowi menangani pandemi dengan memperketat Pemberlakuan Pembatasan Kegiatan Masyarakat (PPKM) sebagai langkah realistis. Sebab, negara tak punya anggaran untuk memenuhi kebutuhan masyarakat saat memberlakukan lockdown atau karantina wilayah.
Menurut Pandu, mengatasi lonjakan kasus saat ini adalah dengan pembatasan mobilitas masyarakat. Tak perlu lagi terjebak dengan istilah-istilah lockdown, karantina, PSBB atau PPKM.
Karena itu, dia berharap keputusan pengetatan PPKM mikro dilaksanakan secara disiplin oleh masyarakat. Dia juga menyarankan untuk meninggalkan konsep gas dan rem yang selama ini dipakai sebagai strategi penanganan pandemi. Konsep itu, kata Pandu, bisa menimbulkan persepsi yang beragam, baik di kalangan masyarakat maupun jajaran pelaksana kebijakan. Apalagi ada dua satuan tugas. Yaitu Satuan Tugas Ekonomi dan Penanganan Covid.
Update berita dan artikel RM.ID menarik lainnya di Google News
Dapatkan juga update berita pilihan dan breaking news setiap hari dari RM.id. Mari bergabung di Grup Telegram "Rakyat Merdeka News Update", caranya klik link https://t.me/officialrakyatmerdeka kemudian join. Anda harus install aplikasi Telegram terlebih dulu di ponsel.
Tags :
Berita Lainnya