Dark/Light Mode
BREAKINGNEWS
RM.id Rakyat Merdeka - Kepala Staf Presiden (KSP) Moeldoko meninjau sistem teknologi Kementerian Pertanian (Kementan) atau ruang pusat data Agriculture War Room (AWR) yang sudah terintegrasi langsung dengan kelembagaan Komando Strategi Pembangunan Pertanian (Kostratani) di seluruh daerah.
Di sana, Moeldoko yang juga merupakan Ketua Umum HKTI ini mengaku kagum sekaligus bangga dengan kemajuan sektor pertanian Indonesia yang sudah menggunakan teknologi digitalisasi. Terutama, dalam mempercepat kemampuan petani serta meningkatkan kualitas produksi.
"Saya sangat bangga dengan AWR dan Kostratani Kementan," ujar Moeldoko saat melakukan audiensi dengan Menteri Pertanian (Mentan) Syahrul Yasin Limpo dan berbincang langsung dengan para penyuluh di seluruh Indonesia, Kamis (1/7).
Baca juga : Menaker: Layanan Berbasis Teknologi Untungkan Pekerja Dan Pengusaha
Menurut Moeldoko, teknologi AWR dan Kostratani merupakan teknologi tepat sasaran, sekaligus solusi masa kini yang bisa mengendalikan setiap persoalan di lapangan. AWR juga bisa dibilang sebagai sistem informasi yang mampu merespon semua keluhan.
"Ini betul-betul War Room atau ruang operasi yang bisa mengendalikan persoalan di lapangan dan merespon solusi secara cepat," pujinya lagi.
Meski demikian, Moeldoko meminta para penyuluh dan petani memberi masukan intens terhadap jalannya proses pembangunan pertanian Indonesia. Masukan mereka, dinilai penting untuk memperjuangkan dan meningkat kesejahteraan.
Baca juga : Diganjar WTP Lima Kali Beruntun, Menaker Komit Terus Akuntabel Dan Transparan
"Persoalan pupuk, benih dan lain lain saya kira teman harus kritis juga, jangan ragu-ragu untuk menyampaikan pendapatnya karena kalau Kostratani atau AWR tidak mendapat laporan tidak akan tau apa yang harus diperbaiki. Jadi saya minta teman-teman semangat untuk memperjuangkan kehidupan petani agar tetap menyala," imbaunya.
Sebelumnya, Mentan Syahrul Yasin Limpo juga sudah mempersiapkan inovasi berupa aplikasi peta potensi komoditas ekspor pertanian atau Indonesia Maps of Agricultural Commodities Export (IMACE).
Aplikasi ini mempertemukan para pelaku usaha agribisnis dengan para petani di wilayah sentra komoditas unggulan.
Baca juga : Ahli Virologi: Mutasi Covid-19 Tak Selamanya Ganas
Moeldoko pun mendukung semua upaya yang dilakukan jajaran Kementan dalam menumbuhkembangkan semua potensi yang ada.
"Kita memang harus mengenal konsumen dan produsen, sehingga kita bisa menjadi jembatan. Misalnya banyak petani yang memproduksi produk berkualitas tapi kesulitan untuk menjualnya. begitu juga dengan konsumen banyak yang cari barang bagus tapi dia tidak tau di mana, nah itulah fungsi kita," tutupnya. [KAL]
Update berita dan artikel RM.ID menarik lainnya di Google News
Dapatkan juga update berita pilihan dan breaking news setiap hari dari RM.id. Mari bergabung di Grup Telegram "Rakyat Merdeka News Update", caranya klik link https://t.me/officialrakyatmerdeka kemudian join. Anda harus install aplikasi Telegram terlebih dulu di ponsel.
Tags :
Berita Lainnya