Dark/Light Mode

Quick Count by Litbang Kompas
Anies & Muhaimin
25.23%
Anies & Muhaimin
Prabowo & Gibran
58.47%
Prabowo & Gibran
Ganjar & Mahfud
16.30%
Ganjar & Mahfud
Waktu Update 20/02/2024, 00:17 WIB | Data Masuk 100%

Yang Kena Corona Dan Wafat Rekor Lagi

Yang Sembuh Banyak Juga Lho...

Jumat, 2 Juli 2021 07:40 WIB
Pemakaman korban Covid-19 di TPU Rorotan, Jakarta Utara. (Foto: Putu Wahyu Rama/RM)
Pemakaman korban Covid-19 di TPU Rorotan, Jakarta Utara. (Foto: Putu Wahyu Rama/RM)

RM.id  Rakyat Merdeka - Ditengah kabar duka semakin melonjak kasus Corona dua pekan terakhir, terselip sedikit berita baik. Yaitu, jumlah pasien Corona yang sembuh juga banyak.

Berdasarkan data covid19.go.id, kemarin, jumlah kasus terkonfirmasi positif bertambah 24.836 orang. Angka ini merupakan jumlah tertinggi selama pandemi. Sehingga, total kasusnya menjadi 2.203.108. Sedangkan angka kematian bertambah 504 orang. Ini juga angka tertinggi selama pandemi. Sehingga total angka kematian menjadi 58.995.

Di saat yang sama, ada penambahan pasien sembuh sebanyak 9.874 orang. Sehingga jumlahnya menjadi 1.890.287 orang.

Baca juga : Bank Dunia Sarankan Strukur Tarif Cukai Tembakau Disederhanakan

Kepala Bidang Penanganan Kesehatan Satgas Penanganan Covid-19, Alexander K Ginting menyatakan, lonjakan kasus terjadi karena masyarakat yang abai protokol kesehatan. Padahal, pemerintah telah membuat kebijakan seperti Pembatasan Sosial Berskala Besar (PSBB) dan Pemberlakuan Pembatasan Kegiatan Masyarakat (PPKM).

“Artinya, regulasi dan implementasi dan ketaatan apa yang diminta regulasi, tidak menghasilkan outcome yang produktif,” katanya, saat diskusi virtual yang disiarkan Partai Gelora, di YouTube, kemarin.

Alexander mengatakan, kebijakan tadi bertujuan untuk menggiring rakyat agar patuh terhadap prokes 3M. Di sisi lain, tracing, testing, dan treatment perlu digalakkan pemerintah demi memetakan penularan.

Baca juga : Hampir Sebulan Kena Corona, Bupati Tegal Sembuh, Gantian Wakilnya Yang Positif

Ketua Satuan Gugus Tugas Covid-19 Ikatan Dokter Indonesia (IDI) Prof Zubairi Djoerban mengungkapkan, lonjakan kasus membuat banyak tenaga kesehatan ikut terinfeksi Corona. Bukan hanya sakit, tenaga kesehatan yang meninggal juga tidak sedikit. Sedangkan bebannya terus bertambah.

Semenjak kasus Corona meledak lagi, kata Zubairi, jam kerja tenaga kesehatan berlebihan. Tepatnya, lebih dari 40 jam per pekan. Dokter dan tenaga kesehatan kurang istirahat, sehingga mudah terpapar.

Ia menilai, di tengah lonjakan angka penularan dan kematian akibat, diharapkan pemerintah dapat meningkatkan perlindungan terhadap tenaga kesehatan. “Agar tidak mudah terinfeksi sehingga dapat terus memberikan pertolongan dan perawatan terhadap pasien Covid-19,” pinta Zubairi.
 Selanjutnya 

Update berita dan artikel RM.ID menarik lainnya di Google News

Dapatkan juga update berita pilihan dan breaking news setiap hari dari RM.id. Mari bergabung di Grup Telegram "Rakyat Merdeka News Update", caranya klik link https://t.me/officialrakyatmerdeka kemudian join. Anda harus install aplikasi Telegram terlebih dulu di ponsel.