Dewan Pers

Dark/Light Mode

Kepolisian Terus Lakukan Pengawasan

Mahalnya Obat-obatan Nyakitin Hati Rakyat

Selasa, 6 Juli 2021 07:00 WIB
Menteri BUMN Erick Thohir (tengah) melakukan kunjungan ke sejumlah apotek Kimia Farma di Wilayah DKI Jakarta, Senin (5/7/2021). (Foto: Humas Kementerian BUMN)
Menteri BUMN Erick Thohir (tengah) melakukan kunjungan ke sejumlah apotek Kimia Farma di Wilayah DKI Jakarta, Senin (5/7/2021). (Foto: Humas Kementerian BUMN)

RM.id  Rakyat Merdeka - Harga obat-obatan yang melambung di tengah lonjakan kasus Covid-19 menjadi beban bagi masyarakat yang membutuhkan.

“Harga di pasaran saat ini sangat menyakitkan hati rakyat di tengah kebutuhan yang tinggi, dan banyaknya pasien Covid-19 yang meninggal dunia,” ujar Menteri Badan Usaha Milik Negara (BUMN) Erick Thohir, kemarin.

Karena itu, Erick memerintahkan BUMN farmasi PT Kimia Farma untuk memastikan ketersediaan obat-obatan dan memasarkannya dengan harga sesuai aturan Kementerian Kesehatan dan Badan Pengawas Obat dan Makanan (BPOM).

Berita Terkait : KAI Logistik Kasih Diskon Khusus Pengiriman Obat-obatan Dan APD

Erick juga memerintahkan Kimia Farma melakukan pengawasan internal di BUMN terkait ketersediaan obat-obatan. Pengawasan ini khususnya dilakukan di anak usaha, PT Indofarma dan BUMN lain.

Saat ini, Indofarma tengah menggenjot salah satu merek obat menjadi 13,8 juta tablet per bulan pada Agustus 2021. Meski produksi naik, Erick memastikan Indofarma akan mengikuti aturan yang ditetapkan.

“Termasuk uji klinis. Kami terus melakukan koordinasi intensif dengan BPOM dan Kementerian Kesehatan,” tuturnya.

Berita Terkait : Jokowi: WTP Bukan Tujuan Akhir, Manfaat APBN Harus Sampai Ke Rakyat

Kepada masyarakat, Erick meminta tak membeli tanpa resep dokter. Soalnya, seluruh obat untuk pasien Covid-19 harus dibeli dengan petunjuk dokter.

“Mereka bisa mendapatkannya langsung di instalasi rumah sakit dan klinik, juga di jaringan apotek Kimia Farma dan lainnya. Itu sudah menjadi ketentuan. Laporkan jika ada pelanggaran,” tegas Erick.

Terpisah, Kadiv Humas Polri Irjen Argo Yuwono mengatakan, korps baju cokelat melakukan pengawasan aktivitas penjualan online obat-obatan jenis anti­biotik yang kerap digunakan masyarakat di masa pandemi Covid-19.
 Selanjutnya