Dewan Pers

Dark/Light Mode

Catatan Endy Santoso

Efektivitas Penyampaian Petuah Lewat Lagu

Rabu, 7 Juli 2021 15:22 WIB
Staf Pusat Analisis Perpustakaan dan Pengembangan Budaya Baca Perpusnas Endy Santoso (Foto: Istimewa)
Staf Pusat Analisis Perpustakaan dan Pengembangan Budaya Baca Perpusnas Endy Santoso (Foto: Istimewa)

RM.id  Rakyat Merdeka - Pada zaman dahulu, para orang tua yang bijaksana atau sesepuh biasanya menyampaikan petuah dan nasihat melalui lagu. Warisan ini ternyata masih efektif hingga saat ini. Contohnya, petuah melalui lagu berjudul Lathi yang populer di 2020. Terlebih, beberapa video musik dengan memperlihatkan beberapa langkah merias wajah melalui tagar #LathiChallange semakin membuat lagu ini populer. Salah satu #LathiChallenge yang sukses mencuri perhatian adalah yang dilakukan Jharna Bhagwani. Beauty vlogger itu dianggap sukses menampilkan karakter lagu "Lathi" yang kemudian diikuti banyak orang.

Lagu “Lathi” kerap dianggap bukan sebagai ciptaan anak bangsa, meskipun secara musikal, lagu ini kental dengan unsur budaya Indonesia. Dalam lagu yang bernuansa modern ini terdengar jelas kolaborasi musik gamelan, ataupun video klip yang terus menampilkan kekayaan budaya bangsa. Terlebih, dalam lagu “Lathi” penggunaan petuah Jawa dalam syair menjadikan lagu ini memiliki banyak pesan untuk generasi muda tanpa kesan menasehati. Semua unsur budaya Indonesia disampaikan dengan apik oleh grup musik Weird Genius yang beranggotakan Eka Gustiwana, Reza "Arap" Oktovian dan Gerard Liu.

Berita Terkait : Catatan Eros Djarot: Pertemuan Dan Pesan Terakhir Rachmawati Soekarnoputri

Penggunaan Bahasa Jawa: "Kowe ra iso mlayu saka kesalahan Ajining diri ana ing lathi" mempunyai petuah yang sangat dalam. Secara sederhana, nasihat yang dapat ditangkap adalah: "Kamu tidak akan bisa lari dari kesalahan. Kehormatan jiwa ada pada lidah (tuturan)". Petuah ini adalah hal yang sering didengar dari orang tua pada masa-masa lampau. Nasihat orang tua untuk menjaga tuturan sering kali menggunakan istilah ini.

Begitu juga dengan lagu “Ingat Pesan Ibu” (Padi Reborn, 2020), yang selama pandemi ini menjadi pengingat yang nyaman dibanding penyampaian protokol kesehatan yang bersifat imperatif atau memerintah. Lirik dan nada yang riang mengajak kita merasakan hangat pesan orang tua, khususnya ibu, untuk terus menggunakan masker, mencuci tangan, dan menjaga jarak menghindari kerumunan.

Berita Terkait : Tenang, Virus Corona Varian India Masih Dapat Ditangkal

Melalui lagu ini, Satgas Penanganan Covid-19 telah menggunakan pendekatan budaya, khususnya media musik, sebagai sosialisasi dan edukasi terlebih petuah kepada masyarakat luas akan pentingnya mematuhi protokol kesehatan serta menjalankan kebiasaan baru demi menekan angka penularan Covid-19. Sama seperti cinta, pesan ibu harus tetap terus dipupuk, disampaikan. diresapi dipahami untuk kemudian akhirnya untuk dilaksanakan sebagai sesuatu yang terus disadari.

Kedua lagu ini adalah contoh nyata penyampaian petuah melalui sarana lagu pada masa sekarang ini. Lagu “Lathi” dan “Ingat Pesan Ibu” adalah lagu yang berbeda secara jenis musik yang digunakan, atau pun catatan bagaimana lagu ini dibuat. Namun, kedua lagu ini memberikan petuah berupa knowledge yang hidup di masyarakat disampaikan dengan unsur keindahan dan memberikan petuah tanpa banyak memerintah. Mampu diterima masyarakat dan memberikan keindahan dalam bentuk kesenian yang dapat digunakan dalam keseharian.
 Selanjutnya