Dark/Light Mode
BREAKINGNEWS
- Perbaikan Selesai, Kondisi Jalan Lenteng Agung Sudah Normal dan Bisa Dilewati
- Persib Mulai Susun Persiapan Hadapi Musim 2026/2027
- OTT Pejabat Imigrasi Jakbar, KPK Sita Mobil, Valas, Hingga Emas
- Erling Haaland Bisa Bawa Norwegia Bersaing di Piala Dunia 2026
- Davide Ancelotti Latih Lille, Calvin Verdonk Hadapi Tantangan Baru
Luar Pulau Jawa Dan Bali Mulai Zona Merah
Pemda, Mana Action-nya Nih...
Kamis, 8 Juli 2021 05:05 WIB
RM.id Rakyat Merdeka - Sebanyak 27 kabupaten/kota di luar Jawa dan Bali meningkat menjadi zona merah. Daerah yang tidak masuk PPKM Darurat kudu tambah waspada.
Pasalnya, sebaran virus Corona juga meningkat di daerah yang tidak masuk zona Pemberlakuan Pembatasan Kegiatan Masyarakat (PPKM) Darurat tersebut.
“Segera ambil langkah-langkah efektif dan tepat sasaran untuk menekan penularan, agar tidak semakin meningkat seperti di Jawa dan Bali,” pinta Juru Bicara Satgas Penanganan Covid-19 Wiku Adisasmito dikanal YouTube Sekretariat Presiden.
Baca juga : Anies Larang Jualan Hewan Kurban Di Zona Merah, Sarankan Jualan Online Aja
Wiku menuturkan, pekan ini daerah zona merah (risiko tinggi) sebanyak 96 kabupaten/ kota, zona oranye (risiko sedang) ada 293 kabupaten/kota, zona kuning (risiko rendah) 109 kabupaten/kota dan zona hijau (tidak ada kasus baru/tidak terdampak) ada 16 kabupaten/kota.
Dari total 96 kabupaten/kota yang masuk zona merah, kata Wiku, 27 di antaranya berasal dari luar Jawa dan Bali alias daerah yang tidak masuk PPKM Darurat. Sisanya, didominasi daerah Jawa dan Bali yang memberlakukan PPKM Darurat.
Ketua Dewan Guru Besar Fakultas Kesehatan Masyarakat Universitas Indonesia (FKM UI) ini meminta Pemerintah Daerah (Pemda) setempat mengantisipasi penularan Covid-19 di wilayahnya. Dengan memastikan kapasitas fasilitas pelayanan kesehatan cukup dan memadai. Sehingga seluruh pasien Covid-19 dapat ditangani dengan baik dan angka kesembuhan meningkat tinggi.
Baca juga : Dukung Pelaku Usaha, KAI Dan Bank Mandiri Percepat Pembiayaan Kredit
“Berdayakan posko yang telah terbentuk di tingkat desa atau kelurahan untuk berkoordinasi dengan berbagai unsur yang ada. Agar penanganan dapat lebih sistematis dan dapat terkendali dengan baik,” tandas Adjunct Professor di bidang Infectious Disease and Global Health oleh Tufts University ini.
Netizen setuju, Pemda khususnya non Pulau Jawa dan Bali juga harus proaktif menyiapkan fasilitas kesehatan (faskes). Peningkatan kasus positif Covid-19 di Jawa dan Bali juga harus jadi perhatian. Bila perlu, harus sudah mempersiapkan rumah sakit lapangan.
Akun @Naj_2709 meminta Pemda bekerja keras menanggulangi Covid-19. Kata dia, Pemda tidak boleh membiarkan rakyat terpuruk akibat gelombang kedua pandemi virus asal Wuhan, China ini.
Selanjutnya
Update berita dan artikel RM.ID menarik lainnya di Google News
Dapatkan juga update berita pilihan dan breaking news setiap hari dari RM.id. Mari bergabung di Grup Telegram "Rakyat Merdeka News Update", caranya klik link https://t.me/officialrakyatmerdeka kemudian join. Anda harus install aplikasi Telegram terlebih dulu di ponsel.
Tags :
Berita Lainnya