Click Here

Dark/Light Mode

BPIP: Silaturahmi Saling Menguatkan Dan Cegah Provokasi

Kamis, 15 Juli 2021 19:04 WIB
Deputi Bidang Pengendalian dan Evaluasi BPIP Rima Agristina,  saat menjadi tamu podcast Ngopi alias Ngobrol Politik Indonesia, yang dipandu presenter Aprilia Putri, pada Rabu (14/7). (Foto: ist)
Deputi Bidang Pengendalian dan Evaluasi BPIP Rima Agristina, saat menjadi tamu podcast Ngopi alias Ngobrol Politik Indonesia, yang dipandu presenter Aprilia Putri, pada Rabu (14/7). (Foto: ist)

RM.id  Rakyat Merdeka - Badan Pembinaan Ideologi Pancasila (BPIP) mengajak masyarakat intens ber-silaturahmi di masa pandemi. Tentu saja memanfaatkan teknologi dan tetap menerapkan protokol kesehatan. Turunnya kepercayaan satu sama lain bisa membuat masyarakat mudah diprovokasi dan diadu domba. 

Hal tersebut disampaikan Deputi Bidang Pengendalian dan Evaluasi BPIP Rima Agristina,  saat menjadi tamu podcast Ngopi alias Ngobrol Politik Indonesia, yang dipandu presenter Aprilia Putri, pada Rabu (14/7). 

Selama kurang lebih 30 menit, Rima memaparkan banyak hal. Mulai dari ajakan meningkatkan silaturahmi, mematuhi prokes, sampai bagaimana memperkenalkan Pancasila lewat permainan. 

Berita Terkait : Peran Asuransi Penting Untuk Menunjang Kegiatan Hulu Migas

Di awal, Rima menyoroti soal kondisi bangsa yang seolah terpecah-pecah di masa pandemi ini. Menurut dia, solusinya adalah saling menguatkan. Selain itu, jangan mudah percaya berita-berita yang beredar. Cek dulu kebenarannya. 

"Sekarang setiap instansi pemerintah, kementerian dan lembaga sudah punya saluran komunikasi dengan rakyat. Sudah punya akun resminya sendiri-sendiri. Cek ke sana. Jangan sampai kita ikut menyebarkan hal yang belum benar," kata Rima. 

Ia juga menceritakan upaya BPIP meperkenalkan Pancasila kepada anak-anak lewat berbagai permainan. BPIP telah bekerja sama dengan Komite Rakyat Olahraga dan Permainan Tradisional. Rima mencontohkan permainan bola lima dan gasing yang dikonsep atau dikaitkan dengan butir-butir Pancasila. Masing-masing bola tersebut diberi gambar atau lambang pohon beringin, padi dan kapas, bintang, rantai emas dan kepala banteng.

Berita Terkait : CSPS UI: Pancasila Senjata Ampuh Perangi Covid-19

Aneka permainan rakyat tersebut diberikan atau dikenalkan kepada setiap satuan pendidikan mulai dari tingkat pendidikan anak usia dini (PAUD). Jadi belajar Pancasila bisa lewat permainan. 

Dengan begitu, bukan hanya memacu pengetahuan anak tentang permainan tetapi mengasah kemampuan mereka terkait kreativitas anak bangsa.

Lebih jauh dari itu, katanya, BPIP memiliki tujuan supaya bangsa Indonesia berpihak kepada kekayaan bangsa sendiri. Hal itu bisa dilakukan dengan berbagai macam cara.

Berita Terkait : I2RI dan I2LI Wadah Tingkatkan Keahlian SDM Kontruksi

Tidak hanya melalui permainan tradisional, upaya mengenalkan kekayaan bangsa bisa dilakukan dengan membumikan aneka kuliner tradisional hingga fesyen misalnya batik dan kebaya. [BCG]